Disaat dua pria itu saling pandang di dalam kamar Non. Tiba-tiba muncul seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam dari balkon. Sepertinya orang itu memanjat dinding.
"Siapa kau?" Sergah Non. Karena sosok tersebut menggunakan masker, Hoodie dengan topi yang menutup kepalanya.
Sosok yang tidak bisa dilacak jenis kelaminnya itu, tiba-tiba berlari memasuki kamar.
"Heeeyy!!"
Pekik Non.
Non terkejut, ia mengira ia akan diserang lagi oleh seseorang namun ketika tiba-tiba orang tersebut menjatuhkan lututnya di depan Non.
"Hiks... hiks..."
Terdengar isakan tangis dari balik hoodie yang dikenakan sosok itu.
Kirk dan Roy yang berada di kamar itu menjadi bingung dengan situasi yang terjadi.
Sosok yang sedang berlutut di depan Non itu membuka tudung hoodie, topi dan maskernya.
"Nong FREEN!! Adikku!!!" Sentak Kirk Kaget.
Ia segera meraih tubuh adiknya yang masih menunduk dan mendudukkan lututnya di atas lantai.
"Kenapa kau berlutut di depan bajingan ini?!" Ujar Kirk tidak terima.
"Beri aku kesempatan bicara kak" pinta Freen dengan sendu.
Kirk akhirnya sedikit menjauh dari Freen.
"Phi Non. Aku ingin minta maaf, jika aku pernah menjalin hubungan dengan Becky di belakangmu. Walau bagaimanapun aku lah yang salah, karena nekad mencintai kekasih orang lain. Entah apapun alasan dari kau dan Becky menjalin hubungan, namun tetap saja aku salah karena masuk di tengah-tengah kalian"
Ucap Freen sambil mencakupkan tangannya di depan dada.
Non mengernyitkan dahinya, merasa bingung.
"Namun, saat ini kau sudah tidak menginginkan Becky dan sejujurnya Becky pun tidak pernah benar-benar mencintai mu. Tapi kenapa kau harus membalas dendam pada kami dengan cara seperti ini? Atau ini karena persaingan bisnis mu dengan khun Saint?. Hikz..hikz"
"Kau tahu! Aku sangat tersiksa karena tidak diijinkan bertemu Becky oleh Boss ku!! Rasanya seperti akan mati"
Freen berbicara panjang lebar dalam isak tangisnya. Padahal selama tiga tahun tanpa Becky, Freen masih bisa menjalani hari-hari nya dengan baik, dengan membawa harapan bahwa suatu saat Becky akan kembali padanya. Namun hari dimana seluruh dunia mengganggapnya perebut kekasih orang lain, dan agensi nya melarang ia bertemu dengan Becky, disanalah dunianya serasa runtuh.
Non tidak bergeming, ia seperti sedang berpikir.
Kirk menjadi emosi melihat adiknya menjatuhkan harga diri di depan laki-laki yang ia benci.
"BUUUGGG!!!!"
Sebuah pukulan lagi-lagi mendarat di pipi Non.
Siapa lagi pelakunya jika bukan Kirk.
"Katakan sesuatu! Kau gila! Karena membiarkan adikku berlutut lama di depanmu" ujarnya emosi
Sementara Roy hanya memijat pelipisnya melihat kejadian ini.
"Bisa-bisanya aku menghadapi hal serumit ini" guman Non dalam hati sambil meringis karena nyeri yang menjalar di pipi nya.
"Tenanglah phi" ucap Freen sembari bangkit dari tempatnya berlutut untuk mencegah kakak sulungnya kembali melemparkan pukulan pada Non.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Novela JuvenilTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
