FREEN POV
Aku tidak menyangka tayangan pilot series yang aku mainkan membuatku tidak bisa berkata-kata. Mungkin efek musik dan editan yang hebat sehingga terlihat luar biasa PANAS.
Apa nanti kata Becky ya.....
Aku bahkan tidak sempat bercerita secara detail padanya tentang series yang sedang aku mainkan ini.
Aku mulai menjaga jarak dengannya sejak hari itu.
Semoga dia tidak terlalu marah. Dia seram kalau cemburu. Seram tapi menggemaskan. Hehehe.
Aku bahkan membayangkan wajah bayi itu disaat merajuk.
Huff..,, aku sangat merindukannya. Namun aku harus menahan diri. Hubunganku dengan Becky sudah diujung tanduk. Apakah kami bisa terus bersama, itu semua tergantung Becky sendiri. Aku sudah memberinya pilihan.
Saat ini aku sedang berada di ruang Rias. Aku sedang menemani Primiily menunggu supir pribadinya. Aku tidak tega membiarkannya menunggu sendirian, karena rekan-rekan artis yang lain sudah pulang mendahului kami.
"Prim duduklah. Memangnya kau ingin kemana? Sepertinya sangat tidak sabar menunggui supirmu" ucapku padanya karena sedari tadi dia seperti orang gelisah karena mondar mandir di depanku bak setrika uap milik tukang laundry yang sedang dikejar-kejar pelanggan.
"Tas Chanel favorit ku tertinggal di mobil ku Freen. Aku sedang ingin memakainya sekarang untuk pergi ke mall bersama teman-temanku"
Hah? Dia gelisah hanya karena itu?
Astaga dasar wanita.
"Bersabarlah Prim, sini duduk di sebelahku" ucapku seraya meluruskan kakiku karena cukup pegal duduk sedari tadi dengan posisi kaki menyilang.
Tiba-tiba Primiily yang berdiri di depanku membalikkan tubuhnya bersamaan dengan aku memajukan kakiku.
Alhasil kaki kami terbentur dan dia kehilangan keseimbangan.
Sebelum tubuh Primiily mencium lantai, aku lebih dulu menariknya ke arahku.
Bugg!!
Bokong Primiily mendarat dengan epik di atas pahaku.
"Freen terimakasih" ucapnya sambil mengelus-elus dadanya sendiri. Sepertinya keterkejutannya belum reda karena nafasnya terlihat tidak teratur.
"Maafkan aku, aku malah meluruskan kaki. Aku tidak tahu jika kamu akan melangkahkan kakimu ke arahku" jelas ku padanya.
"Freen!!!" Aku mendengar suara seseorang disaat aku berbicara dengan Primiily.
Aku menoleh ke arah pintu, begitupun Primiily yang saat ini masih setia menempelkan bokongnya di atas pahaku.
Hah! Becky????
Kenapa tiba-tiba dia ada disini?
Aku melihat tatapan tajamnya ke arahku dan Primiily. Aku menoleh ke arah Primiily lagi.
Ooh shitt! Aku baru sadar Primiily tidak beranjak dari posisinya semula.
"Hay bestie. Wah sepertinya aku mengganggu kemesraanmu dengan Primiily"
What?
Bestie?
Aku menahan tawa ku. Sejak kapan Becky memanggilkan seperti itu??
Primiily segera mengangkat bokongnya dari tubuhku.
"Siapa yang bermesraan Beck. Aku hanya membantu tadi, dia hampir terjatuh ke lantai jika saja aku tidak menariknya ke arahku" terangku sebisanya.
Tatapan mata tajamnya menghilang, berganti dengan senyuman ramah ala-ala resepsionis hotel.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Ficțiune adolescențiTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
