Hari demi hari berjalan dengan sangat menyenangkan. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Sang Pangeran dengan Tuan Putrinya.
Mereka memutuskan untuk Backstreet. Karena sebagian teman-teman mereka di kampus sudah mengetahui hubungan Becky dengan Non. Non cukup populer di kampus tersebut karena sering terlihat menjemput Becky. Selain itu Non adalah CEO dari sebuah Perusahaan Manajemen Artis yang sedang naik daun, jadi wajahnya cukup sering terekspose media.
Sejujurnya tidak ada yang kurang dari Non selain sifatnya yang gila kerja dan gila uang. Dia selalu memperlakukan Becky dengan baik, selalu memberi kabar dan juga tidak memaksakan kehendaknya. Hanya saja cinta tak bisa dipaksakan. Cinta muncul tanpa pandang bulu lalu tumbuh tanpa diminta.
*************
"Phi Non, aku istirahat dulu yaa. Sampai ketemu nanti"
Ucap Becky lalu menutup telepon genggamnya. Setelah meletakkan handphone nya Becky bangkit dari sofa lalu beranjak menuju tempat tidur big size tempat dia dan Freen melepas lelah.
"Sayang" panggil Becky sambil tersenyum manis berjalan menuju tempat tidur mereka.
Freen tidak menjawab. Mungkin karena suara music yang cukup keras yang dia dengar melalui headphone yang terpasang di kepalanya, sehingga dia tidak bisa mendengar apapun di sekitarnya. Sedangkan matanya fokus menatap layar laptop yang ia letakkan di pangkuannya dan jari tangan lentiknya sedang menari lincah di atas keyboard.
Becky mengerutkan keningnya karena tidak mendapat jawaban dari kekasih keduanya itu.
Dengan segera Becky mengambil alih laptop Freen dan meletakkan nya di meja belajar.
"Princess, aku sedang membuat tugas" ucap Freen sambil melepas Headphonenya, tidak terima atas tindakan Becky.
Becky menatapnya tajam dan mulai mendekati Freen yang sedang bersandar di Headboard di tepi ranjang, membuka kakinya, lalu mendudukkan bokongnya di atas paha Freen, dan memasukkan kedua kakinya secara berseberangan ke belakang tubuh Freen, sehingga posisinya menjadi memangku Becky.
"Sayang kenapa duduk disini? Sudah selesai bertelepon hmm?" Ujar Freen lembut lalu melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Becky.
"Kenapa tidak cemburu?" Ucap Becky dengan sorotan mata tajamnya.
"Hah??"
"Iya. Kenapa tidak pernah menunjukkan kecemburuan kalau aku sedang chat, telepon atau bertemu phi Non? Dari dulu kamu tidak pernah terlihat cemburu, bahkan sekarang disaat kamu sudah jadi kekasihku pun, kamu tidak terlihat cemburu Freen. Apa kamu serius dengan perasaanmu untukku?" ucap Becky sambil mempoutkan bibirnya
Hal itu membuat Freen menjadi gemas lalu menarik pinggang Becky agar tubuh mereka semakin menempel.
Cup
Freen mencium singkat bibir Becky.
" Aku sangat mencintaimu, tentu saja aku cemburu. Hanya saja, aku tidak ingin membebanimu. Dimana ketika aku cemburu lalu merajuk, kamu akan sibuk menenangkanku dan meyakinkanku bahwa kamu hanya mencintaiku dan tidak mencintai phi Non. Bagaimana jika aku cemburu setiap hari? Kamu akan sangat lelah menghadapiku, kita bertengkar, lalu berjarak dan berpisah. Haaahhh Runyam sekali" ujar Freen panjang lebar seraya meletakkan kepalanya di dada Becky.
"Sayang, kenapa kamu malah jadi mendramatisir seperti itu. Hihihi" Becky tertawa kecil mendengar ucapan kekasihnya.
"Mari kita selesaikan masalah ini pelan-pelan. Kamu sendiri belum siap kan mengakhiri hubunganmu dengan phi Non? Akupun belum siap menghadapi mama mu hanya bermodalkan pakaian yang melekat di badan" Freen tetap bersandar di Dada Becky sambil mengeratkan pelukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Dla nastolatkówTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
