Matahari sudah mulai tenggelam di ufuk barat. Menyisakan rona jingga di langit yang cerah di sore itu, ketika Nam dan Kirk duduk berdua di sebuah sofa panjang, di ruang tamu rumah mewah milik Becky Armstrong.
Raut wajah Kirk tampak sangat tidak bersahabat saat ini. Namun kekasihnya berusaha memberikan sentuhan pada jari-jemarinya dengan harapan Kirk bisa menormalkan emosinya.
Ya....,,
Kirk dan Nam sudah resmi menjadi sepasang kekasih sejak beberapa tahun yang lalu. Mereka mulai dekat sejak Nam menemani Freen berkunjung ke kantor kakaknya beberapa tahun silam. Diam tapi pasti mereka mulai dekat dan memutuskan untuk berpacaran sampai hari ini.
"Sayang.., tunggu Freen menjelaskannya dulu, jaga emosi mu. Okay?" Ucap Nam selembut mungkin, agar tidak membuat Kirk semakin emosional.
"Honey, kau tahu kan bagaimana terpuruk dan tersiksanya adikku saat anak bungsu keluarga Armstrong itu meninggalkannya? Lalu bagaimana bisa Freen memutuskan kembali bersamanya dan bahkan memutuskan tinggal di rumah ini?" Ujar Kirk dengan gerakan dada naik turun.
"Iya aku tahu sayang. Mari dengarkan penjelasan Freen dulu" ucap Nam menenangkan.
Beberapa menit kemudian, gadis yang mereka tunggu berjalan menuruni tangga dari lantai dua rumah itu. Sambil tersenyum lebar karena melihat kedatangan kakak dan sahabatnya.
"Kalian datang?" Ujar Freen seraya memeluk kakaknya dan kekasih kakaknya secara bergantian.
"Ya Freen. Kami ingin bertemu denganmu juga menjenguk Becky" sahut Nam setelah Freen duduk di sofa yang berbeda di sebelah mereka.
"Kami? Hanya kau Honey" ketus Kirk namun tetap memanggil kekasihnya dengan sebutan mesra.
Jawaban Kirk membuat raut wajah Freen berubah datar.
"Kau kenapa phi?,, Oh iya, tapi Becky tidak bisa aku ajak kesini. Luka nya belum sembuh. Jadi jika ingin menjenguk, sebaiknya jenguk dia ke kamarnya" sahut Freen kemudian.
"Aku akan membesuk Becky sekarang. Kalian mengobrol lah berdua" Nam tidak ingin ikut campur dengan obrolan kakak beradik itu. Lagi pula tujuannya sendiri memang ingin melihat keadaan Becky.
"Nong, kau serius dengan semua ini?" Kirk memulai obrolan dengan wajah seriusnya.
"Apa maksudmu phi?"
"Kau serius ingin kembali dengan gadis yang menyakitimu itu? Dan aku sudah dengan dari Nam, kau menjaganya selama tiga hari. Bukankah jadwalmu padat minggu ini? Hanya karena gadis itu kamu mengabaikan karir mu nong?" Ucap Kirk dengan menggebu-gebu.
"Phiii...,, aku mencintainya bahkan perasaan itu tidak berubah sampai sekarang. Mengenai pekerjaan, mulai besok aku akan kembali bekerja. Phi jangan khawatir" ucap Freen berusaha menenangkan kakaknya.
"Phi masih ingat, bagaimana terpuruknya dirimu saat dia menolaknya dulu. Phi benar-benar belum bisa menerima kalian bersama kembali" Kirk tetap teguh menolak hubungan adiknya.
"Phi...,, Becky punya alasan melakukan itu......."
"Alasan apa?! Dia mau kembali denganmu karena kekasihnya yang pemilik perusahaan Manajemen Artis itu, mencampakkannya bukan?" Kirk memotong ucapan adik kesayangannya dengan emosi.
"Bagaimana Phi Kirk bisa tahu tentang ini? Aku bahkan tidak bercerita pada Nam sekalipun" Freen membatin.
"Bukan begitu phi. Dengarkan penjelasanku dulu" Freen tampak tegang, karena ini pertama kalinya Kirk menunjukkan emosi marah padanya.
"Tidak, phi tidak ingin mendengarkan apapun lagi. Tolong minta Nam segera turun, phi Tunggu di mobil" Kirk segera meninggalkan rumah mewah itu menuju mobilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Teen FictionTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
