Setelah seharian membantu Kakaknya di kantor. Sekarang Freen mengalami dilema. Telepon genggamnya terus berdering dari tadi. Freen hanya memandangi Handphone dengan sendu.
"Kamu tidak boleh lemah. Kamu harus tegas mulai saat ini Freen" Freen berkata pada dirinya sendiri
Setelah menarik nafas panjang. Dia pun berbicara di telepon genggamnya.
*Freen! Sayang! Kenapa baru angkat? Huff, aku menunggumu di kantor phi Non. Tolong jemput aku sekarang!*
Terdengar bentakan dari seberang telepon.
Becky mulai bertingkah bossy seperti biasanya.
*Tidak bisa beck. Aku sibuk* ucap Freen pelan.
*Bukannya kamu tidak ada kegiatan? Tadi pagi kamu berniat mengantarku kenapa sekarang tidak bisa? Hah?* Becky terus mengomel.
*Aku membantu phi Kirk di kantor. Setelah itu aku akan berjualan live di tiktok. Malamnya aku mau mengurus konten ku di youtube yang sempat aku lupakan karena sibuk syuting* terang Freen panjang lebar.
*Tapi...*
*Bukankah sudah ada Non. Dia kekasihmu juga kan? Kekasih yang mungkin saja akan menjadi suamimu kelak. Sekarang dia selalu ada untukmu, berarti kehadiranku sudah tidak kamu butuhkan lagi Beck* Freen memotong ucapan Becky.
*Sayang, kamu bicara apa??* ucap Becky tidak terima.
*Bye Beck. Aku masih harus memeriksa berkas. Hati-hati di jalan. Inget makan ya. Malam ini aku tidak kembali ke asrama*
Freen langsung mematikan sambungan dan memejamkan matanya.
"Kuat Freen kuat" ucap Freen dalam hati.
******************
Hari-hari berlalu dengan lambat. Terutama untuk Freen. Setiap menjelang waktu tidur, Freen selalu menangis di kamarnya sendiri di rumah orang tuanya. Freen mengkhawatirkan Becky.
"Apakah Becky bisa tidur nyenyak tanpa berpelukan denganku?"
"Apakah Becky berani sendirian disana pada malam hari?"
"Bagaimana dia mengurus makan nya? Becky bahkan tidak pernah memasak, apalagi bersih-bersih kamar selama ini"
Berbagai kekhawatiran berkecambuk di dalam pikiran Freen.
Becky selalu mengirim pesan agar dia segera pulang ke Asrama dan mengatakan kalau dia sangat merindukan Freen.
Ingin sekali Freen meninggalkan segala aktifitasnya saat ini juga dan berlari kencang untuk menemui Becky lalu memeluk kekasihnya dengan erat. Tapi dia berusaha mati-matian mencegah dirinya agar tidak melakukan itu.
"Aku melanggar janji ku lagi" lirih Freen dengan air mata yang terus menetes.
******************
Setelah pertemuan pertama dengan para pemain Pink Theory the Series, maka untuk hari-hari selanjutnya mereka disibukkan oleh Workshop lalu pembuatan Pilot.
"Aku harus fokus" ucap Freen meyakinkan dirinya.
"Freen" panggil seseorang dengan lembut sambil menyentuh tangan Freen.
Freen menoleh dan melihat sebuah senyum yang meneduhkan.
"Minumlah dulu" ucapnya sambil memberikan sebotol Teh Hijau kemasan pada Freen.
"Terimakasih Prim" ucap Freen.
Gadis yang dipanggil Prim hanya menjawab dengan senyuman, lalu mengambil selembar tisue yang berada di dekatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Подростковая литератураTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
