BAB 41 (18+) 🔥

5.2K 293 48
                                        


AUTHOR POV

Freen menatap Becky dengan raut wajah datarnya begitu masuk ke dalam lift.

Suasana kembali sunyi.

Becky berusaha bersikap biasa saja, lalu kembali menekan angka satu setelah memutus kontak mata mereka.

Setelah lift tertutup, Tanpa aba-aba Freen menarik tangan Becky ke arahnya dan menghadapkan tubuh Becky pada dirinya.

Dengan gerakan cepat, Freen mendorong Becky hingga menempel di dinding dan mengurung gadis mungil itu dengan tubuhnya yang hanya berjarak sejengkal.

Mata Becky melebar menerima tindakannya yang tiba-tiba itu. Dia bahkan tidak sempat menunjukkan perlawanan.

"Apa yang kau lakukan?" Sergahnya tidak terima.



Sruuuuuuuuutttttt!!





Jlegggg!!



Tubuh Becky tergoncang  namun Freen mendekapku erat agar tidak jatuh.

Lift tiba-tiba bergetar lalu berhenti.


"Oh shitt!! Apa lagi ini!" Pekik Becky dalam hati.



Freen masih memeluk Becky, sampai akhirnya Becky mendorong tubuh mantan kekasihnya itu agar pelukan mereka terlepas.

"Bagaimana ini? Kenapa lift nya mati?!" Becky terlihat panik dan gelisah.

"Tenanglah Beck, kamu bersama ku" ucap Freen lalu menggenggam tangan seseorang yang pernah dicintainya, yang saat ini nampak bergetar karena takut.

Becky tak menjawab ataupun melepas genggaman tangannya. Dia merasa sangat cemas dengan tubuh sedikit gemetar.

"Apa aku memiliki klaustrofobia?" Heran Becky karena merasa sulit mengontrol dirinya saat ini.




Lalu dengan sekuat tenaga Freen menggedor-gedor pintu lift dengan tangannya kanannya, tanpa melepas genggaman di tangan kirinya.

"Heeyyy!! Ada orang di luar?? Kami terjebak di Lift!!!"

Sayup-sayup terdengar jawaban dari luar sana

"Halo!! Siapa disana? Kami akan mencoba segera memperbaiki lift ini" ucap seseorang dengan suara berat yang menandakan dia seorang laki-laki.

"Aku Freen Chankimha!!" Freen kembali berteriak.

"Astaga! Nona Freen! Aku akan memanggil manajermu. Bersabarlah teknisi kami sedang berusaha. Apa kau sendirian nona?" Kali ini mereka mendengar suara perempuan.

"Aku bersama Becky Armstrong!!" Teriak Freen.

"Baik nona. Mohon jangan panik!!" ucap perempuan itu dari luar lift

"Nona! Sepertinya akan membutuhkan waktu lama dalam perbaikan ini. Mohon bersabar ya nona-nona! " suara laki-laki itu kembali terdengar.

Sebelum sempat mereka merespon ucapan laki-laki itu, tiba-tiba lampu di dalam lift mati seketika.





"Aaaarrrggghh!!"






Becky berteriak kencang, panik karena semua tampak sangat gelap.

Suara-suara yang tidak terlalu jelas dari luar lift mulai terdengar kembali akibat teriakannya.

Becky tak menggubris mereka yang ada di luar. Ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Becky tiba-tiba merasa sesak berada dalam ruangan gelap nan sempit ini.

Namun sesosok tangan menarik dan memeluknya erat namun lembut, lalu mengelus punggungnya.

"Sayang, tenanglah. Aku bersamamu"

I am Here For YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang