AUTHOR POV
Kini Freen sudah kembali masuk ke dalam mobil. Disambut oleh tatapan curiga dari kedua kakaknya, serta tatapan penuh kekaguman dari khun Non.
Entah sejak kapan mantan tunangan dari kekasihnya itu menjadi mengidolakan seorang Freen Chankimha.
"Aura wajahmu nampak berbeda nong" ujar Kirk kemudian.
"Benar. Terlihat lebih cerah" ucap Roy dengan senyum smriknya.
"Biasa saja" ucap Freen berkelid.
"Berhenti menatapku dan jalankan rencana kalian. Cepat!" Pekik Freen dengan tegas, mengalihkan perhatian para laki-laki agar wajah memerahkan tidak kentara.
"Baiklah-baiklah" ucap Roy seraya menginjak pedal gas agar mobil segera melaju.
Sedangkan Non yang duduk di bangku belakang bersama Freen tetap memandangi gadis berkulit putih itu.
Freen menatap ke arah depan namun ia tahu sedang diperhatikan.
"Phi Non, sebaiknya jelaskan rencanamu padaku agar wanita itu bisa ditangkap, dari pada sibuk memandangiku dari tadi"
Non sedikit gelagapan karena kelakuannya ketahuan oleh Freen.
"Aku tidak memandangimu. Aku hanya sekedar menoleh. Lagi pula, apa yang harus aku jelaskan. Anak buahku sudah menangkapnya. Dan sekarang kita sedang menuju tempat anak buahku menyekapnya" ujar Non dengan Santai
"Wow..., laki-laki ini ternyata tidak bisa aku anggap remeh" ucap Freen dalam hati dengan tatapan cengo nya ke arah Non.
"Kau terpesona padaku karena aku bisa dengan cepat menangkapnya Freen? Bahkan tanpa campur tangan ku sendiri. Sudah jatuh cinta padaku?" Ucap Non dengan senyum lebarnya.
Mata kagum Freen berubah menjadi mata malas dan segera kembali menatap ke depan.
"Aku baru saja bercinta dengan mantan tunanganmu, bagaimana bisa aku tiba-tiba jatuh cinta dengan orang lain" kini Freen lah yang berkata tanpa beban sehingga membuat Non bungkam.
Sedangkan dua laki-laki yang duduk di kursi depan hanya cekikikan.
********************
Satu jam berlalu sampailah mereka di sebuah gedung tua di pinggir kota Bangkok.
Dari luar nampak seperti gedung terbengkalai tapi ketika sudah berada di dalamnya, benar-benar di luar prediksi BMKG.
Gedung modern yang bersih dan terawat dengan beberapa furniture yang mengagumkan.
"Ini milikmu phi Non?" Tanya Freen sambil melihat sekeliling.
"Tentu saja. Apa kau Terpukau?" Tanya Non sambil menunjukkan cengiran mirip seperti kuda.
"Biasa saja" ucap Freen acuh.
"Bilang saja kau mulai kagum padaku. Lalu kita bisa memulai untuk lebih dekat" ucap Non seraya menaik turunkan alis nya dua kali.
"Heeyy.., hentikan ocehanmu Bung. Dimana pelakunya? Tunjukkan pada kami " Pekik Kirk yang risih melihat kelakuan sang CEO Star Hunter.
Non terlihat kesal karena pendekatannya ke salah satu artis berbakat GDS-59 itu sengaja diganggu oleh kakak sie target.
Tanpa bicara lagi, Non berjalan cepat menuju sebuah ruangan yang hanya bisa dibuka menggunakan sidik jari nya.
Pintu terkuak........
Mata Freen membulat sempurna melihat tidak hanya seorang tapi dua orang wanita terikat di atas kursi besi dalam keadaan berantakan dan meronta-ronta.
Dengan gerakan spontan Freen ingin mendekati salah satunya, namun dicegah oleh Non.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Novela JuvenilTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
