BAB 56

2.8K 231 38
                                        

"Ya Tuhan itu suara Prim!"

Pekik Freen dan dengan segera mempercepat langkahnya melewati semak belukar tanpa rasa takut.

Semak terakhir berhasil ia tepiskan dan matanya terbelalak sempurna ke satu titik. Sosok tubuh wanita cantik penuh luka dengan darah yang menggenang di sekitar kepala dan beberapa bagian tubuhnya. Sosok itu tampak tidak sadarkan diri, entah masih hidup atau sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara mobil yang menabrak sosok tubuh itu, sudah melarikan diri tanpa sempat diketahui oleh Freen dan anak buah Non, berapa nomor plat-nya.

Freen segera menghamburkan diri menuju sosok yang terkapar di tengah jalan dengan panik.

Sampai sebuah tangan menarik dan merangkulnya sebelum Freen sempat menyentuh tubuh Prim yang tampak menyedihkan.

"Hentikan!!!" Pekik Pria itu.

"Phi...,  Prim butuh pertolongan, kenapa kau menghentikanku?" Ujar Freen sembari berontak dalam pelukan kakaknya.

Ya!  Sosok laki-laki yang menarik dan memeluk gadis itu adalah kakak kandungnya sendiri, Kirk.

Disaat Freen mengejar Prim dari belakang gedung tua milik Non itu. Kirk dan Roy bukannya menyambut para polisi tapi menggunakan mobilnya untuk menelusuri jalan mencoba ikut menangkap Prim sekaligus mencari adiknya.

Dan syukurnya sebelum tubuh Freen bisa menjangkau Primiily, Kirk sudah tiba disana dan segera mencegah aksi Freen.


PLAAAAAKKKKKK!!!!!



Mata Freen kembali membulat ketika sang kakak menampar pipinya dengan begitu keras.

"Sadarlah nong! Pikirkan Becky! Dia bertaruh banyak hal untuk dirimu dan hubungan kalian. Kenapa kamu bersimpati pada ular itu?"

Freen tak bergeming.
Hanya menutup pipi yang memerah bekas tamparan kakaknya dengan tangan kirinya.

"Apa kau sadar?! Jika kau menyentuh wanita itu saat ini. Kau bisa saja dituduh membunuhnya karena ada sidik jarimu di tubuhnya. Itu bisa mempersulit kami melindungi mu!!" Kirk berteriak penuh emosi.

"Pikirkan Becky! Yang kau cintai adalah Becky bukan?! Bukan wanita ular itu?"

Freen menangis tanpa suara. Dia baru saja sejenak melupakan  pengorbanan kekasihnya. Kedekatannya dengan Primiily di masa lalu membuatnya menaruh simpati dan iba pada wanita yang telah menghancurkan karier dan mungkin juga masa depannya itu.

Kirk kini melunak melihat wajar nanar adiknya yang menatapnya dengan sendu.

Sirine polisi bergema semakin keras, bertanda bahwa mobil-mobil polisi itu semakin dekat dengan lokasi mereka.

Kirk menarik adiknya ke dalam mobil dan memasukkan ke kursi penumpang.

"Freen! Ingat kamu tidak pernah berada disini! Di jam ini di tanggal ini kamu sedang ada di rumahmu sendiri. Ingat itu. Kami akan melindungimu"

Freen masih berusaha mencerna kata-kata kakaknya. Namun dia tetap menurut.

Kirk tidak ingin melibatkan Freen dalam kasus ini. Maka dari itu, ia menyembunyikan sosok adiknya dari polisi walaupun Freen tidak bersalah. Ia hanya tidak ingin nama Freen bertambah buruk dengan terlibat dalam kasus kecelakaan Primiily yang benar-benar di luar rencana mereka.

Roy yang sedari tadi diam, segera mendekati polisi yang baru saja menepikan kendaraannya.

"Maafkan kami pak. Kami tadi ingin menyambut anda. Hanya saja, wanita yang kami curigai sebagai menyebar video itu melarikan diri jadi kami segera mengejarnya namun ternyata ia tertabrak"

I am Here For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang