BAB 48

3.6K 260 51
                                        

Becky mengelus-elus pipi dari seseorang yang ia peluk sepanjang hari. Bahkan sepertinya saat ini matahari sudah hampir berada di puncak kepala.

"Freen, bangunlah ini sudah siang lhoo" ucap Becky dengan lembut.

Ya wanita yang dia peluk di atas ranjang itu adalah Freen Chankimha. Seseorang yang meninggalkannya dini hari tadi tiba-tiba malah ikut berbaring di atas ranjang bersamanya tanpa ia sadari.

Perlahan mata Freen terbuka setengah. Ia terlihat sangat lelah dengan kantong hitam yang lebar di bawah mata nya.

"Morning princess" ucap Freen seraya memberikan senyumnya yang menawan pada Becky.

"Kenapa kau ada disebelahku? Kapan kau datang lagi?" Becky memberondongnya dengan pertanyaan.

"Aku hanya pergi sebentar untuk meminta phi Roy mengantar Prim dan mama mu pulang. Aku katakan pada mereka, kalau aku yang akan menjagamu selama dirawat di rumah sakit. Setelah itu aku langsung masuk kembali. Tapi tuan putri ku sudah tertidur dengan ingus yang menetes"

"Apa?! Ingus yang menetes?" Wajah Becky menjadi merah padam sekarang. Dia benar-benar malu karena Freen memergoki wajahnya yang berantakan akibat menangis berlebihan.

"Hahaha. Tidak mengapa baby. Sudah aku bersihkan, agar kesayanganku terlihat cantik kembali" ucap Freen lalu menoel hidung mancung Becky.

"Jadi kalau penuh ingus, aku tidak cantik?" Becky pura-pura kesal dan merajuk.

"Tetap cantik. Di mataku kamu selalu cantik my Princess"

Becky selalu terhenyuh setiap Freen memuji atau menggodanya, bahkan setelah sekian tahun dilalui dengan hidup berpisah, tetap saja ucapan Freen selalu berpengaruh besar pada hati nya.

Lalu mata mereka bertemu dan saling memandang. Mata adalah satu-satunya bagian dari tubuh manusia yang tidak bisa berbohong. Dan saat ini, kerinduan yang sangat besar terbaca jelas dari mata kedua insan itu.

Cup

Freen menunduk dan mendaratkan bibirnya pada bibir tuan putrinya dengan lembut dan penuh cinta.

"Mulai sekarang tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti kesayanganku. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Sekeras apapun kamu mengusirku dari kehidupanmu, aku tak akan mundur satu jengkalpun" ucap Freen penuh keyakinan.

Mata Becky mulai berkaca-kaca.

"Kita hadapi sama-sama ya sayang.
I AM HERE FOR YOU, forever. Freen sangat mencintai Becky"
Lanjut Freen sambil memeluk Becky cukup erat.

"AAAWWWW"

Becky merasakan nyeri pada luka operasinya karena pelukan Freen.

"Maaf sayang. Aku lupa dengan lukamu" ucap Freen seraya menampilkan wajah muramnya.

"Tidak apa-apa Freen. Aku kira kamu membenci ku karena kejadian yang menimpaku ini, jadi dini hari tadi kamu meninggalkan aku sendirian disini" ucap Becky manyum.

"Hehehe. Tidak akan pernah ada dalam kamus hidupku, bahwa seorang Freen Chankimha membenci seorang Becky Armstrong" tutur Freen sambil cekikikan.

Senyum dan tawa yang selalu membuat Becky terpesona sedari dulu hingga sekarang.

Tanpa mereka sadari, dokter yang mengoperasi Becky semalam sudah masuk ke ruangan bersama seorang perawat.

"Selamat siang Nona nona. Maaf mengganggu waktu kalian. Hanya saja saya harus melakukan tugas saya untuk melakukan visite hari ini"

ucap sang dokter sambil tersenyum-senyum melihat adegan di atas ranjang, dimana jarak wajah dua wanita itu semakin dekat dan sebentar lagi akan menempel jika saja sang dokter tidak menyela mereka.

I am Here For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang