BAB 42

3.2K 269 29
                                        



"Becky sayaang..." pekik Non ketika pintu lift terbuka.

Sambil menundukkan kepala Becky berlari kecil menuju ke arah Non kemudian memeluknya erat. Menempelkan wajahnya pada dada kekasihnya.

"Phi Non tidak boleh melihat wajahku yang berantakan ini. Apalagi dia tahu aku terjebak berdua dengan Freen di dalam lift itu" ucap Becky dalam hati.

"Phi Aku takuuuttt" Renggek Becky sambil tetap menyembunyikan wajahnya di dada Non dengan tangan yang memeluk erat tubuh Pria nya.

"Sudah aman sekarang sayang" phi Non mengelus rambut dan membalas pelukan Becky.

Dia tampak fokus menenangkan  kekasihnya tanpa sempat melirik ke arah lain, ketika seseorang menatapnya dengan tajam.

Tatapan tajam itu hanya bisa seseorang itu lakukan sesaat. Mau tidak mau dia harus segera menampilkan senyum 'baik-baik saja' nya pada manager, penata rias, asisten dan beberapa tamu undangan yang merangkap sebagai penggemar, yang saat ini sedang mengerumuni dan mengkhawatirkan nya.

"Kenapa berantakan sekali penampilanmu nong? Kenapa lipstikmu pudar? " ucap phi Tor sang penata rias pribadi dari Freen Chankimha.

"Tadi aku panik phi, mungkin aku melakukan gerakan-gerakan yang tidak terkontrol sehingga membuat penampilan ku seperti ini" jawab Freen.

"Siapa juga yang bisa mengontrol diri jika hanya berduaan dengan seorang Becky Armstrong. Hihihi" Freen tertawa dalam hati. Karena tidak terkontrol yang dia maksud sangat berbeda dengan yang ditangkap oleh team nya.

"Hotel ini harus dituntut, bisa-bisa terjadi kerusakan pada lift. Apa teknisi mereka tidak melakukan pemeriksaan berkala pada fasilitas mereka" phi Title, sang manager tampak mengomel meluapkan kekesalannya.

"Tidak usah phi. Aku sudah baik-baik saja" sahut Freen menenangkan managernya.

"Justru aku berterimakasih pada teknisi itu. Karena kecerobohan mereka, aku bisa berduaan dengan princess ku dan mendapatkan bonus  desahannya. Hihihi"  Freen nampak menahan senyumnya agar tidak kentara.


************************



Flash Back On


Tiga tahun yang lalu


FREEN POV



"Freen! Sampai kapan mau seperti ini? Kamu meminta ijin untuk beristirahat seminggu dari agensimu, menunda untuk syuting yang melibatkan banyak orang. Dan apakah kau ingat sekarang sudah berapa hari? Sepuluh hari Freen! Bahkan CEO sendiri turun tangan untuk membujukmu tapi kau tidak menggubrisnya. Kau tahu kan berapa harga finalty yang harus kau bayar bila melanggar kontrak kerjamu?!"

Nam memarahiku dengan ekspresi sangat mengerikan dan aku hanya memberikannya tatapan kosong nan hampa.

"Kau pikir aku bisa menghendel chanel youtube dan akun affiliate tiktokmu tanpa pemilik aslinya? Kakakmu juga membutuhkanmu di perusahaan yang kalian dirikan. Oh God...,, bahkan aku harus menunda skripsi ku demi membantu urusanmu! Tapi sekarang kau...."

Nafas Nam masih memburu tanpa melanjutkan kalimatnya. Sepertinya kali ini sikap kekanakanku sangat memuakkan di mata nya.

Bagaimana tidak muak. Setelah menyingkirkan barang-barangku dari asrama, aku menyembunyikan diriku di salah satu kamar di rumah mewahnya sampai hari ini, tanpa keluar kamar sama sekali. Phi Pia selalu setia membawakanku makanan tiga kali sehari dan melayani semua kebutuhanku.

Handphone, Laptop dan Tab yang biasanya aku gunakan untuk alat komunikasi dan urusan pekerjaan aku bebankan padanya, sahabatku yang cantik dan menawan itu.

I am Here For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang