Hari sudah berganti, namun kebimbangan Arsya masih terus menyelimuti pikiran nya. Apakah Ia harus menikahi gadis gila itu atau Ia memilih untuk menolak nya? Namun kondisi sang papa membuat Ia lagi-lagi harus merasakan kekhawatiran karena kesehatan jantung yang di derita papanya, Bimo.
Pagi-pagi sekali Arsya sudah berada di sebuah apartemen kekasih nya Bella, Ia melewatkan meeting pagi nya demi menemani sang kekasih yang sedang sakit. Pagi tadi Bella sudah menelpon Arsya dan meminta Arsya untuk menemui nya karena Bella merasa pusing di kepala nya dan mual di perut nya karena penyakit asam lambung nya naik.
"Sayang makan dulu yah? Aku udah bawa bubur buat kamu sarapan." Ucap Arsya yang kini sudah duduk di tepi kasur sebelah Bella.
"Gamau aku mual kalau makan." Tolang Bella menggeleng kan kepalanya.
"Paksain yah? Biar cepet sembuh."
"Tapi kamu harus temenin aku seharian ini yah? Terus nanti malem temenin aku acara nikahan temen ku."
"Aku temenin tapi gausah ke acara nikahan yah? Kamu kan lagi sakit Bel."
"Kalau kamu di samping aku terus aku pasti sembuh ko. Lagian gaenak kalau aku ga dateng nanti malam dia temen kerja ku sya."
"Yaudah iya. Sekarang kamu makan dulu aku suapin." Sahut Arsya dan menyodorkan satu sendok bubur pada Bella.
"Makasih sayang." Ucap Bella dan memberikan ciuman di pipi Arsya.
"Udah deh gausah mancing aku gitu lagi sakit juga."
"Hehe maaf."
Dengan telaten Arsya menyuapi dan merawat Bella kekasihnya yang sedang sakit. Sosok Bella yang manja terkadang membuat Arsya kelimpungan karena Ia harus meninggalkan pekerjaan nya seperti saat ini. Arsya rela meninggalkan meeting nya dan meminta Nando untuk mengurus pekerjaan demi kekasih nya yang sedang sakit.
"Sayang sebentar aku angkat telfon dulu." Ucap Arsya ketika mendapat kan telfon.
Arsya pergi ke balkon apartemen dan mengangkat telfon dari Bimo.
"Hallo pah, kenapa?" Tanya Arsya di balik telfonnya.
"Kamu dimana sya? Papa ke ruangan kamu gaada, ruang meeting juga Nando yang gantiin kamu." Tanya Bimo dengan suara yang sedikit meninggi di balik telfonnya.
"Arsya di apartemen Bella pah, Bella sakit asam lambung nya kambuh jadi Arsya ga ke kantor dulu hari ini."
"Kamu udah gila yah sya? Ini udah kali ke berapa kamu ninggalin kerjaan hanya karena pacar kamu?"
"Pah Arsya selesaiin kerjaan ko walaupun ga ke kantor. Bella sendiri pah Arsya gamungkin ninggalin dia."
"Terserah kamu! Papa semakin yakin untuk nikahin kamu dengan Aruna!" Sahut Bimo dan langsung mematikan telfonnya.
"Argghh siallll! Aruna lagi Aruna lagi!" Kesal Arsya saat dengan sepihak panggilannya dimatikan Bimo.
"Sayang kamu kenapa?" Panggil Bella.
Arsya menoleh dan menghampiri Bella. "Gapapa sayang tadi papa telfon nanyain kerjaan."
"Kamu gaakan ke kantor kan? Kamu temenin aku hari ini kan?" Tanya Bella dengan wajah yang di tekuk dan memelas.
"Iya sayang aku temenin kamu." Jawab Arsya mengelus kepala Bella.
Hari ini Arsya betul-betul menghabiskan waktu nya dengan Bella. Menjaga dan menyuapi nya makan juga memberi obat,menonton tv berdua menghabiskan waktu nya hanya di apartemen Bella. Waktu kini sudah menunjukkan pukul tujuh malam Arsya sedang menunggu Bella di ruang tamu yang sedang merias dirinya untuk pergi ke acara pernikahan teman sekaligus salah satu artis Indonesia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomanceDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
