46. Kejujuran

1.1K 105 15
                                        

Arsya memasuki kamar nya setelah mengobrol dengan Nando. Rasanya sedikit lega karena telah menjelaskan kepada Nando. Meskipun pikiran nya kembali runyam setelah mendengar perkataan Nando bahwa Bella sengaja menyusul nya bukan karena ada pekerjaan seperti apa yang Bella bilang pada Arsya.

"Sayang..." Panggil Arsya setelah memasuki kamar nya.

"Iya sebentar aku masih mandi." Jerit Aruna di dalam kamar mandi.

Arsya tersenyum lalu mendudukkan dirinya di kasur dengan bersandar pada dipan. Tangannya merogoh saku celana nya dan mengambil ponsel nya. Arsya membuka locked pola pada ponsel nya dan melihat ada notifikasi pesan. Kening nya mengkerut wanita itu masih saja berusaha mengungkapkan isi hati nya pada Arsya. Tidak ada niat untuk membalas nya Arsya lebih memilih untuk menaruh ponsel nya di samping meja lalu memejamkan mata nya sembari menunggu Aruna selesai mandi.

Ceklek

"Arsya... Kamu tidur?" Aruna duduk di tepi kasur tepat di samping Arsya.

Arsya membuka mata nya dan menggeleng kan kepalanya. "Engga, aku cuma merem aja."

"Yaudah sana mandi." Titah Aruna dan Arsya pun langsung menurut. Ia bangun dari tempat tidur dan pergi menuju kamar mandi. Sementara Aruna bergegas menyiapkan handuk dan baju ganti untuk suami nya.

Setelah beberapa menit panggilan suara nyaring terdengar di dalam toilet. "Sayang....handuk." jerit Arsya.

Aruna menghembuskan nafasnya sedikit kasar. "Udah gue tebak." Gerutu Aruna, lalu Ia bangkit dan memberikan handuk nya kepada Arsya. "Ini.." Aruna sedikit berteriak agar Arsya mendengar nya dan segera membuka pintu kamar mandi nya.

"Makasih sayang." Ucap Arsya setelah mengambil handuknya dan kembali menutup pintu kamar mandi nya.

Aruna kembali pada meja rias nya untuk memoles wajah nya dengan make-up. Hati nya sedikit lega karena suami nya telah kembali dan saat ini Aruna membutuhkan penjelasan dari Arsya.

Arsya keluar dari kamar mandi dengan handuk nya. "Baju nya aku taruh di atas tempat tidur."

"Makasih yah." Ucap Arsya, lalu Ia berganti pakaian tanpa kembali memasuki toilet. Arsya berganti pakaian tepat di belakang Aruna yang sedang duduk di depan cermin sehingga Aruna mampu melihat semua pergerakan Arsya di dalam cermin.

"Ganti di toilet Arsya." Kesal Aruna karena suami nya itu seperti sudah tidak punya malu di hadapannya.

"Kenapa sih? Nanti baju aku basah kalau ganti di toilet." Timpal Arsya, lalu Ia kembali memakai celana nya.

Aruna menghembuskan nafas nya kasar lalu berdecak. "Euuh dasar om om."

Arsya langsung menoleh ke arah suara. Meskipun Aruna hanya menggerutu dengan suara nya yang kecil. Namun, karena jarak mereka sangat dekat Arsya mampu mendengar nya. "Apa kamu bilang?" Ucap Arsya menantang dan mendekat ke arah Aruna.

Arsya panik saat melihat Arsya di dalam cermin mendekat ke arah nya. Aruna langsung berdiri berusaha menghindar dari terkaman suami nya. "A-aku ga bilang apa-apa ko." Ucap Aruna terbata.

Arsya menajamkan pandangan mata nya menatap Aruna. "Aku denger loh sayang." Ucap Arsya dengan tatapan mata yang mengancam. "Om om? Oke kalau gitu aku mau kamu. Mau makan kamu wahai gadis muda." Lanjut Arsya melangkah mendekati Aruna yang sudah mulai terlihat panik. Di tambah suami nya itu baru memakai celana tanpa memakai baju nya.

"Arsya jangan macem-macem yah! Aku udah dandan!" Cegah Aruna saat Arsya semakin dekat.

Arsya berhasil menyentuh Aruna. Ia menggelitik pinggang Aruna hingga Aruna tergelak menahan geli di perut nya karena ulah Arsya. "Arsya geli! Haha."

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang