69. Bertemu Kembali

1K 83 1
                                        

Suasana di ruang tengah berubah menjadi hening sesaat ketika alunan musik lembut mulai terdengar. Semua mata tertuju pada arah kamar, menanti sosok yang menjadi pusat doa dan harapan sore itu.

Pintu kamar perlahan terbuka. Aruna melangkah keluar dengan anggun, mengenakan gaun bernuansa pastel lembut yang memeluk lembut siluet perutnya. Wajahnya bersinar tenang, dipoles rapi oleh sentuhan makeup yang tak berlebihan cukup untuk memantulkan aura keibuan yang mulai tumbuh kuat dari dalam dirinya.

Di sampingnya, Alysa menggandeng tangan sang kakak dengan penuh bangga. Senyumnya merekah, matanya berbinar. Bukan hanya sebagai adik, tapi juga sebagai saksi perjalanan Aruna yang perlahan bertransformasi menjadi seorang ibu.

Langkah demi langkah mereka lewati, menyusuri lorong menuju ruang utama yang kini dipenuhi aroma bunga, cahaya lampu gantung yang hangat, dan wajah-wajah keluarga yang menyambut dengan senyum haru.

Saat itulah, waktu seolah berhenti sejenak. Bukan karena megahnya dekorasi atau indahnya tatanan acara, tapi karena satu hal sederhana: cinta yang hadir dalam diam. Cinta dari seorang kakak, dari seorang calon ibu, yang kini memasuki babak baru kehidupannya... dengan tangan adiknya yang tetap erat di sisinya.

Aruna mendudukkan dirinya di atas bantal besar sebagai alas. Disampingnya terdapat Arsya suami nya lalu pak ustadz yang akan memimpin doa syukuran yang akan di mulai.

Suasana hening namun terasa khidmat dan penuh haru. Semua para tamu undangan menundukkan kepalanya seraya berdoa dengan di pimpin pak ustadz.

Lantunan ayat suci Al-Quran pun baru saja di bacakan dan kini tibalah saat nya yang di nanti doa bersama untuk keselamatan Aruna dan calon bayi dalam kandungannya. Dipimpin oleh pak ustadz dan di aminkan oleh para tamu undangan keluarga hingga kerabat terdekat Arsya dan Aruna.

Setelah doa bersama ditutup dengan lantunan sholawat dan ucapan aamiin yang menggema lirih namun penuh harapan, suasana berubah menjadi lebih hangat dan santai. Para tamu perlahan melepaskan genggaman tangan, saling tersenyum dan menyalami Aruna serta suaminya, mengucapkan selamat dan doa-doa pribadi yang tulus.

setelahnya para tamu menikmati hidangan yang telah di siapkan. Berbagai macam makanan yang memenuhi meja prasmanan.

 Berbagai macam makanan yang memenuhi meja prasmanan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang