43. Penyelamatan

1K 45 7
                                        

"Lo mau apa?!"

"Sesuai dengan permintaan gue tadi." Sahut seseorang yang Arsya tidak kenali di hadapan nya.

"Gue bawa, tapi gue perlu tau di mana Bella sekarang!"

Lelaki itu menyeringai dengan tatapan mata yang sulit di artikan. "Ikut gue." Katanya, lalu berjalan keluar ruangan dengan di ikuti Arsya di belakang nya.

Sebuah kamar yang tidak terlalu besar namun terlihat lebih baik dari ruangan lainnya. Kamar bernuansa cream dengan tempat tidur tua yang beralaskan sprei yang sudah terlihat sedikit kotor. Beberapa bingkai lukisan yang sudah tertata miring dan rusak, dan juga ada satu sofa yang sudah usang. Bella mengerjap saat mendengar suara pintu masuk dan membuka matanya.

"Arsya." Ucap nya lirih juga air mata yang sudah membasahi pipi nya.

Arsya terkejut saat melihat Bella dengan kondisi yang sangat berantakan kedua tangannya yang di ikat menggantung dari ujung dipan, rambut nya yang terurai berantakan, hiasan makeup yang sudah luntur sangat terlihat jelas di wajah nya. Bella memakai dress mini tanpa tangan berwarna hitam. Dengan cepat Arsya hendak menghampiri Bella namun ada seseorang yang menjaga kamar itu lalu mencegah Arsya agar tidak mendekat.

"Mau kemana Arsya?" Ucap seseorang di belakang nya. "Lo lupa sama pesenan gue?"

"Anjing! Gue akan ambil di mobil uang itu sekarang tapi Lo harus lepasin Bella sekarang!"

"Itu hal gampang Arsya." Ucap nya, lalu mendekat ke arah Bella. Tangannya menjulur mengangkat dagu Bella. "Gue akan lepasin dia kalau Lo bawa apa yang gue minta." Lanjut nya menatap Bella tajam.

Dengan segera Arsya berlari keluar menuju mobil nya mengambil amplop coklat berukuran sedang yang berisi uang 100 juta. Lalu Ia kembali menuju ruangan tadi. Arsya membuka amplop itu lalu menunjukkan nya kepada seseorang. "Sekarang lepasin dia!"

Lelaki itu menyeringai lalu memberi kode kepada anak buah nya agar membuka ikatan tali di tangan Bella. Bella yang merasa lega pun akhirnya sedikit tersenyum tidak menyangka mantan kekasih nya itu masih memperdulikan nya. Tangis nya masih luruh rasanya tubuh nya remuk karena semalaman Ia menangis dan merasa ketakutan. Arsya segera menghampiri Bella setelah melempar amplop di tangannya ke ujung tempat tidur yang langsung di ambil oleh laki-laki itu.

"Kamu gapapa bel? Apa yang sakit?" Tanya Arsya saat Ia memeluk Bella.

"Takut sya aku takut." Ucap nya lirih.

Arsya melepaskan pelukan nya. "Kita pergi dari sini yah?" Ucap nya lalu membantu Bella berdiri.

Sementara seseorang misterius itu hanya memperhatikan gerak gerik Arsya dan Bella. Sesekali menyeringai menatap sebuah drama dari sepasang mantan pacar. Arsya membuka jaket nya lalu membiarkan Bella untuk memakai nya setelah nya Arsya menggandeng Bella untuk membantu nya berjalan. Sebelum Ia keluar dari kamar itu Arsya membalikkan tubuh nya dan bertemu tatap. "Setelah ini kalau Lo sentuh dia lagi gue gak akan biarin Lo selamat!" Ancam Arsya.

"Kita liat nanti." Sahut lelaki itu dengan senyuman licik nya.

"Arsya...makasih." ucap nya lirih saat mereka kini sudah berada di dalam mobil.

Arsya mengelus tangan Bella di samping. "Maaf aku telat."

Bella menggeleng kan kepalanya. "Aku gak nyangka kamu masih mau nolongin aku sya."

"Bel gaada alasan aku untuk gak nolongin kamu."

"Aku masih cinta sama kamu sya."

"Bel untuk itu aku gak bisa, sorry." Sahut Arsya lalu melepaskan genggaman tangannya dari Bella dan kembali melajukan mobil nya.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang