48. Mengusik

1.4K 92 3
                                        

Setelah melewati liburan nya kini Arsya dan Aruna telah kembali pada kegiatan biasanya. Arsya yang kembali pada pekerjaan nya dan Aruna yang hanya bergelut sebagai ibu rumah tangga. Rasa bosan selalu Aruna rasakan. Ia yang biasanya bekerja dan memiliki banyak kegiatan kini Ia hanya berdiam di rumah.

Karena merasakan bosan Aruna akan meminta izin pada suami nya untuk mengunjungi rumah bunda nya. Seperti saat ini mereka berdua sedang melaksanakan sarapan pagi nya di meja makan sebelum Arsya pergi ke kantor.

"Aku boleh izin ke rumah bunda ga nanti siang?" Ucap Aruna di tengah sarapannya.

Arsya mengangguk sembari mengunyah makanan di mulut nya. "Boleh sayang." Jawab Arsya. "Tapi jangan bawa motor kamu."

"Hah? Masa gak bawa motor?" Aruna terkejut.

"Di anter sama mang Udin kan bisa." Sahut Arsya.

Aruna menekuk bibir nya, kecewa karena keinginan nya membawa motor di larang oleh Arsya.

"Kenapa?" Tanya Arsya saat melihat ekspresi Aruna.

"Aku kangen bawa motor."

"Enggak Aruna. Harus di anter mang Udin!"

"Ck ngeselin!" Dengan terpaksa Aruna menuruti permintaan suami nya itu yang mengabaikan keinginan nya untuk membawa motor kesayangan nya.

"Aruna." Panggil Arsya.

"Apa?"

"Bunda kapan mau pindah ke rumah yang udah di siapin papa?"

Aruna menarik nafas nya dalam. "Bunda masih gak enak sya."

"Gak enak kenapa?"

"Yaa bunda kan bukan siapa-siapa masa di kasih rumah sama almarhum papa."

"Aruna, bunda itu mertua aku. Dan salah satu alasan papa kasih rumah buat bunda karena dari dulu mereka sahabatan apalagi sama ayah kamu." Jelas Arsya.

"Yaudah deh nanti aku bujuk bunda lagi." Sahut Aruna dan mendapat anggukan dari Arsya.

Setelah melaksanakan sarapannya Aruna mengantar Arsya untuk pergi bekerja. "Nanti siang aku bawain kamu makan siang mau gak? Sekalian ke rumah bunda." Ucap Aruna ketika Arsya akan menaiki mobil nya.

"Yah mau lah. Nanti kamu ke kantor aja yah." Sahut Arsya lalu di angguki oleh Aruna.

"Oke." Sahut Aruna, lalu Arsya memasuki mobil nya dan berangkat ke kantor. Sementara Aruna kembali memasuki rumah nya. Entah apa yang akan Ia lakukan dari pagi sampai siang nanti.

****

Arsya berjalan menuju ruangannya dengan ponsel di tangannya. Saat Arsya hendak membuka pintu ruangannya Ia di kejutkan oleh seseorang yang memeluk nya dari belakang.

"Astaga." Kaget Arsya saat ada sepasang tangan melingkar di perut nya. Lalu Ia membalikkan tubuh nya. "Bella? Kamu apa-apaan sih." Ucap Arsya lalu melepaskan tangan Bella yang memeluknya.

"Sya aku kangen kamu gak inget hari ini tanggal berapa?" Tanya Bella setelah melepaskan pelukannya pada Arsya.

"Bell kita ini udah gak ada hubungan apa-apa." Jelas Arsya.

"Sya sekarang tanggal anniversary jadian kita yang ke dua tahun."

"Tapi hubungan kita udah berakhir Bella!" Kelak Arsya.

"Tapi sya aku masih cinta sama kamu." Ucap Bella dengan mata yang sudah berlinang.

"Bell sorry aku sibuk." Sahut Arsya lalu kembali membuka pintu ruangannya dan masuk tanpa memperdulikan Bella yang masih berada di depan ruangannya.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang