Sudah 24 jam Aruna menjadi seorang istri namun sampai saat ini Ia belum mendapatkan perannya yang sesungguhnya. Bahkan suami nya Arsya saat ini tidak bersama nya. Aruna memilih memblokir nomor Arsya setelah kejadian kemarin di rumah sakit. Rasa kesal itu tiba-tiba saja muncul di saat Arsya di cium oleh wanita lain. Ia sadar Aruna lah orang kedua diantara hubungan Arsya dan juga kekasih nya. Namun rasa nya tidak adil bagi Aruna jika memang Arsya ingin menikahi nya seharusnya Ia mampu menjauhi kekasih nya tersebut.
Aruna sedang bersiap seperti biasa untuk pergi bekerja. Pagi ini Ia menggantikan tugas bunda nya untuk menyiapkan sarapan untuk adiknya.
"Alisa.. sarapan dulu Kakak udah buat nasi goreng." Panggil Aruna.
"Iya kak sebentar."
Saat Aruna sedang menyiapkan sarapannya di piring terdengar ketukan pintu dari luar dan membuat Aruna beralih untuk membuka kan pintu nya.
"Iya sebentar." Ucap Aruna berjalan menuju pintu rumahnya.
"Lo?" Aruna terkejut saat Arsya kini sudah ada berada di depan rumahnya namun Ia segera kembali menutupi pintu nya.
"Aruna tunggu gue perlu bicara sama Lo." Tahan Arsya saat Aruna akan kembali menutup pintu nya.
Aruna mengalah Ia rasa memang seharusnya mereka perlu mengobrol.
"Kita ngobrol di luar sekalian gue berangkat kerja." Ucap Aruna ketus dan langsung memasuki rumah nya kembali untuk mengambil tas dan kunci motor nya.
"Berangkat sama gue." Ucap Arsya saat Aruna akan menaiki motor nya.
"Gak perlu. Kita ketemu di kafe."
"BERANGKAT SAMA GUE." Bentak Arsya.
Aruna tersenyum menyeringai. "Oke." Dan langsung memasuki mobil Arsya.
Arsya menyusul Aruna dan memasuki mobil nya lalu menarik nafasnya dalam. "Sorry gue gak maksud bentak Lo."
Aruna tidak menjawab Ia memilih memalingkan wajah nya pada kaca sampingnya.
Arsya mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang membawa Aruna ke suatu tempat.
"Gue mau langsung ke tempat kerja." Ucap Aruna tanpa melirik Arsya yang berada di sampingnya.
Arsya menurut Ia terus mengendarai mobil nya sampai tiba di tempat di mana Aruna bekerja. Namun Arsya belum membuka kunci pintu mobil nya.
"Buka."
"Kita perlu bicara Aruna."
Aruna terdiam dan menatap ke arah depan tanpa mau melirik Arsya di sampingnya.
"Cincin Lo kemana?" Tanya Arsya saat melihat jari manis nya tidak terdapat cincin pernikahan nya.
"Gue simpan."
Arsya hanya mengangguk padahal sampai saat ini Arsya masih memakai cincin pernikahan nya tersebut.
"Kapan gue bisa ngobrol sama bunda Lo?"
"Gue gak mau pernikahan ini Arsya!" Sahut Aruna dan menatap Arsya tajam.
"Tapi kenyataannya kita udah menikah Aruna."
"Dan pada kenyataannya Lo masih berhubungan sama cewek Lo Arsya!"
Arsya menarik nafas nya dalam. "Oke gue tau itu, tapi Lo juga punya pacar kan?"
"Lo pikir cowo gue masih mau Nerima gue setelah dia tau gue udah nikah sama Lo? hah?"
"Iya Lo ga perlu kasih tau cowo Lo kalau Lo udah nikah Aruna. Gue juga janji gue gaakan nyentuh Lo selayaknya suami istri."
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomanceDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
