21. Orang Ketiga

1.9K 123 12
                                        

Waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 pagi Arsya masih setia menemani Bella kekasih nya. Setelah Bella tertidur Arsya baru teringat dengan ponsel nya yang tidak ada di saku celana nya. Arsya mencari keberadaan ponsel nya di sekeliling ruangan apartemen namun nihil Arsya tidak menemukan nya. Melihat Bella yang sudah tertidur nyenyak Arsya memilih untuk pulang dan mencari keberadaan ponsel nya di mobil. Namun sebelum ia beranjak pergi Arsya memastikan keadaan Bella lalu memberikan kecupan singkat di kening kekasih nya tersebut.

Saat tiba di mobil Arsya baru menemukan ponsel nya yang tertinggal dengan keadaan lowbat. Setelah nya Arsya langsung mengendarai mobil nya untuk pulang. Butuh waktu 30 menit kini Arsya sudah tiba di rumah nya. Memasuki rumah mewah yang sudah terlihat sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi. Arsya melangkah kan kaki nya dengan santai memasuki rumah nya, namun dengan terkejut Arsya mendapati Aruna yang tertidur di sofa masih dengan pakaian kerja nya juga terlihat ada sebuah nampan yang berisi makanan.

"Goblok Arsya!" Gerutu Arsya dengan suara yang pelan dan memukul pelan kepala nya dengan tangannya. "Bisa-bisanya Lo pergi tanpa pamit sedangkan Lo minta masakin." Lanjut Arsya merutuki diri nya sendiri.

Arsya mendekat kan diri nya pada sofa dimana Aruna tertidur. Langkah nya terhenti saat ia akan menggendong Aruna kala ia melihat makanan yang begitu menggoda nya. Dengan pelan Arsya mendudukkan diri nya tepat di bawah Aruna yang sedang tertidur di sofa, Arsya memakan makanan yang sudah Aruna masak kan untuk nya.

 Dengan pelan Arsya mendudukkan diri nya tepat di bawah Aruna yang sedang tertidur di sofa, Arsya memakan makanan yang sudah Aruna masak kan untuk nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pinter juga Lo masak." Ucap Arsya pelan sambil menikmati masakan Aruna.

Setelah selesai memakannya Arsya degan sigap menggendong Aruna ala bridal style dan membawa nya ke kamar. Merebahkan tubuh Aruna dengan sangat hati-hati lalu menutup tubuh nya dengan selimut.

Pandangan Arsya tidak lepas dari wajah Aruna yang sangat terlihat polos saat tertidur. Tangan nya membawa pada pipi chubby Aruna dan mengelus nya pelan. Tanpa sadar Arsya menampil kan senyum nya saat Ia menatap Aruna. Rasa bersalah nya seketika muncul, gadis tangguh yang harus memasuki kehidupan nya tanpa di sengaja membuat Arsya menghilang kan garis senyum nya. Arsya mengelus pelan pucuk kepala Aruna yang tertutup hijab lalu Ia berikan kecupan singkat di kening nya.

"Sorry." Ucap Arsya pelan dengan tangan yang mengusap pucuk kepala Aruna yang masih tertutup hijab.

****

Suara hujan yang menyelimuti pagi ini, Aruna terbangun dari tidur nya. Melihat tubuh nya yang masih menggunakan pakaian kerja yang sudah terlihat lesu. Mood nya seketika buruk saat Ia mengingat kejadian semalam di tambah Arsya yang pergi meninggalkan nya sedangkan Aruna sudah memasak kan makan malam untuk nya. Aruna bergegas ke kamar mandi karena harus segera bersiap menuju hotel dimana ia akan bertugas menjadi event organizer di sebuah pernikahan yang mewah.

"Duh hujan lagi." Keluh Aruna saat Ia sudah selesai bersiap.

Aruna mengambil jas hujan milik nya lalu pergi keluar kamar menuju lantai satu. Saat keluar Aruna malah berpapasan dengan Arsya yang masih menggunakan pakaian rumah nya.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang