61. Bad Feeling

1.2K 106 29
                                        

Arsya membuka pintu ruangan Nando tanpa permisi dan membuat Nando merasa kaget. Beruntung nya Ia telah mengakhiri telepon nya dengan Aruna.

"Kenapa?" Tanya Nando dengan wajahnya yang tegang.

Arsya mendudukkan dirinya di sofa dengan lesu.

"Kalau Lo masih sakit kenapa Lo masuk kantor?" Tanya Nando menghampiri Arsya dan duduk tepat di depannya.

Arsya menyandarkan punggungnya pada sofa, tangannya memijat kening nya tipis. "Itu gak penting sekarang." Sahut Arsya ketus.

"Oke. Terus kenapa Lo keruangan gue? Biasanya juga Lo nyuruh gue ke ruangan Lo."

"Lo udah dapet kabar tentang Aruna?" Tanya Arsya menegakkan duduknya dan menatap Nando tajam.

Nando terkejut namun dengan segera Ia menetralkan perasaan nya. "Belum."

Arsya berdecak kesal. "Ko bisa? Lo tuh nyari atau enggak sih do?"

"Belakangan ini gue sibuk yah! Lo lupa semua kerjaan Lo gue yang urus selama Lo sakit?"

"Gue gak nyuruh Lo gerak langsung! Lo bisa minta anak buah Lo buat cari!"

"Gue udah minta anak buah gue buat cari tapi mereka balum kasih kabar perkembangan nya."

Arsya mengacak-acak rambut nya seakan frustasi. "Suruh anak buah Lo ke kantor dan temuin gue di ruangan siang ini juga." Ucap nya lalu bangun dari duduk nya hendak pergi.

"Lo udah sadar dengan perasaan Lo?" Tanya Nando tiba-tiba dan membuat Arsya menghentikan langkah nya.

"Gue cinta sama dia dan gue sadar itu. Hubungan gue sama Aruna udah terlalu dalam dan gue akan perjuangin dia sampai gue bisa dapetin maaf nya." Jawab Arsya tanpa melihat Nando di belakang nya lalu kembali melanjutkan langkah nya dan pergi dari ruangan Nando.

Sementara Nando mengepalkan tangannya kesal saat mendengar jawaban dari Arsya. "Untuk kali ini gue gak mau kalah untuk kedua kali nya sya." Ucapnya dengan penuh penekanan.

Nando mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas meja dan mencari nomor seseorang.

Chat
"Temuin gue sekarang di kantor." Ketik Nando mengirim pesan pada seseorang.

Arsya merebahkan tubuh nya di sofa setelah Ia kembali dari ruangan Nando. Tubuh nya masih lemas dan dengan segera Arsya memejamkan mata nya sesaat sampai tiba-tiba Ia memiliki keinginan untuk memakan sesuatu.

"Bakso malang?" Ucap Arsya membuka matanya.

Arsya mendudukkan tubuh nya. "Kenapa gue tiba-tiba pengen bakso malang?" Ucap nya terheran pada dirinya sendiri.

Arsya berjalan menuju meja kerja nya dan menekan tombol pada telepon kantor yang tergeletak di atas meja.

"Ke ruangan saya sekarang." Ucap Arsya di balik telepon.

Tak butuh lama suara ketukan dari luar terdengar.

"Masuk." Ucap Arsya.

"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya seorang OB.

"Tejo saya minta tolong belikan bakso malang yang paling enak di Jakarta." Ucap Arsya memberikan dua lembar seratus ribuan.

"Baik pak, saya belikan." Ucap nya mengambil uang yang Arsya berikan.

"Terimakasih. Jangan lama yah Jo."

"Baik pak, permisi."

Arsya kembali duduk di kursi kerja nya berusaha menyelesaikan beberapa pekerjaan nya yang tertumpuk. Menandatangani berkas dan mengecek ulang semua berkas sebelum di tanda tangani.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang