70. Hari Bahagia

542 44 4
                                        

Satu bulan telah berlalu sejak kabar mengejutkan itu datang. Hari ini, suasana ramai memenuhi gedung pernikahan, tepat hari di mana Nando lelaki yang dulu sempat mengisi masa kecil Arsya akan menikahi Nadhira, mantan kekasihnya saat SD yang kini kembali hadir dalam hidupnya dan akan menjadi penyempurna kebahagiaan nya.

Di tengah keramaian itu, tampak sosok Aruna, perempuan yang sedang mengandung besar, usia kehamilannya sudah menginjak 9 bulan dan tinggal menghitung hari menuju persalinan. Meski begitu, Aruna tetap datang, berdiri dengan tegar. Perut buncitnya tidak menghalangi langkah kakinya untuk menghadiri pernikahan Nando, pria yang beberapa bulan pernah menjadi tempat curhat nya di saat hubungannya dengan Arsya tak membaik.

Di sisi lain, ada Arsya, lelaki tenang yang tak pernah jauh dari Aruna. Dengan wajah santai tapi perhatian, sejak beberapa hari ini Arsya membantu Nando mempersiapkan segala hal untuk acara besar ini. Meski hubungannya dengan Nando sempat tak membaik, Arsya tetap memilih untuk mendukung sahabatnya.

Di balik senyuman yang ditunjukkan semua orang, masing-masing menyimpan cerita dan luka yang tak terlihat. Aruna berdiri di samping suaminya yang setia menggandeng nya. Memperhatikan gaun yang Ia pakai agar tidak menghalangi jalannya. Sesekali Arsya selalu mengingatkan nya untuk lebih berhati-hati karena kini kandungan nya yang sudah sangat besar.

"Hati-hati kesandung sayang." Ucap Arsya tangan nya selalu menggenggam tangan istrinya.

Hari itu bukan hanya tentang pernikahan Nando dan Nadhira, melainkan tentang bagaimana perjalanan seorang Nando yang sempat menaruh rasa pada Aruna, kini telah berhasil menjemput bahagianya. Dan bagaimana Arsya dan Aruna yang memperjuangkan pernikahan nya bukan hanya karena seorang anak yang di kandung nya tapi karena cinta nya yang kuat dan saling ingin menetap. Menjadikannya rumah tempat semua bahagia dan luka ada di dalam nya.

Suasana di dalam gedung pernikahan terasa begitu sakral. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela besar membuat ruangan tampak hangat dan damai. Setelah lantang mengucapkan ijab kabul dengan suara yang mantap, Nando menarik napas lega. Senyum kecil terlukis di wajahnya, tatapan matanya mengandung rasa syukur dan kelegaan yang tak bisa disembunyikan.

Lalu, perlahan, Nando berdiri dan melangkah untuk menjemput Nadhira. Di setiap langkahnya, ada campuran rasa haru dan bahagia.

Begitu tirai pelaminan disingkap, sosok Nadhira berdiri di sana, menunggu dengan anggun. berdiri anggun dengan balutan kebaya Sunda berwarna putih gading yang elegan. Kebaya itu panjang hingga menyentuh lantai, terbuat dari kain brokat halus dengan detail sulaman bunga-bunga kecil yang menjalar dari bagian bahu hingga ujung lengan. Di bagian dada dan lengan, payet-payet bening ditata rapi, memberikan kilau lembut setiap kali Nadhira bergerak.

Bagian bawah kebaya dilengkapi dengan kain batik sogan bermotif khas Sunda yang membalut tubuh rampingnya, warnanya senada dengan kebaya, menciptakan kesan anggun dan sederhana namun tetap mewah

Bagian bawah kebaya dilengkapi dengan kain batik sogan bermotif khas Sunda yang membalut tubuh rampingnya, warnanya senada dengan kebaya, menciptakan kesan anggun dan sederhana namun tetap mewah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang