Arsya sudah mencuci muka nya setelah Ia bangun dari tidur nya. Tanpa mandi dan berganti pakaian Arsya akan segera pergi dan kembali kepada Aruna. Rasa resah dan gelisah semalaman Arsya memikirkan istri nya karena itu pagi ini Ia akan segera kembali menemui Aruna.
"Arsya kamu mau kemana?" Tanya Bella saat melihat Arsya keluar dari kamar mandi.
"Aku harus pergi bell. Kamu udah aman dan aku udah telepon Rena asisten kamu untuk temenin kamu disini. Setelah ini kamu mau balik Jakarta atau lanjut kerja itu terserah kamu."
"Tapi sya..."
"Kata kamu ada kerjaan di Bali? Pemotretan? Ko Rena gak ikut?" Arsya menanyakan sesuatu. Karena setau nya jika Bella sedang ada pemotretan Ia selalu bersama Rena asisten nya.
"A-aku cuma meeting sya disini bukan pemotretan." Ucap Bella sedikit terbata.
Arsya mengangguk. "Oke, kalau gitu aku pergi sekarang. Rena udah sampe di bandara sebentar lagi dia sampai hotel."
Bella menahan tangan Arsya saat Arsya akan berjalan. "Tapi sya.. aku masih takut." Ucap nya dengan tatapan mata yang sendu.
"Gak ada yang perlu kamu takutin bell, semua nya udah aman. Penculik itu udah aku turutin mau nya apa dan kamu sebentar lagi Rena akan nemenin kamu."
"Syaa...apa udah gak ada kesempatan buat aku di hati kamu? Apa segampang itu kamu ngelupain aku?"
Arsya menarik nafas nya dalam dan melepaskan tangan Bella tanpa ingin menjawab pertanyaan nya. Arsya akan kembali melangkah kan kaki nya namun suara Bella berhasil kembali menghentikan langkah nya.
"Syaa...tapi aku masih cinta sama kamu." Ucap nya, dengan air mata yang sudah meluruh.
"Bell sorry, you deserve better than me." Kata Arsya. "Take care." Lanjut nya lalu kembali melangkah meninggalkan Bella di kamar.
Bella menatap kepergian Arsya. Air mata nya kembali membasahi pipinya. "Arhhhh sialll!!!" Kesal nya, mengacak-acak bantal dan guling hingga berjatuhan ke lantai.
****
Aruna keluar dari kamar nya, Ia melihat Nando yang masih tertidur di sofa. Merasa tidak enak membangunkan nya, Aruna memilih untuk keluar menghirup udara segar di pagi hari. Cuaca yang cerah dan sejuk serta suara ombak yang menemani pagi nya membuat mood pagi ini lebih membaik dari sebelum nya. Pemandangan pohon kelapa yang menjuntai tinggi serta biru nya pantai yang terlihat bersih membuat siapapun mata yang memandang nya terasa indah. Pijakan kaki pada pasir putih membuat kaki nya terasa hangat.
Aruna berusaha mengesampingkan pikiran negatif nya tentang Arsya. Berharap suami nya itu akan menjelaskan nya secara jujur. Aruna duduk di tepi pantai sesekali Ia memejamkan mata nya menikmati udara segar di pagi hari. Rasa nya damai meskipun hati dan pikiran nya sedang berkecamuk memikirkan Arsya.
Aruna terkejut saat ada seseorang yang menyentuh bahu nya. "Ka Nando?" Tanya Aruna, Nando tersenyum lalu mendudukkan dirinya di samping Aruna. "Ka udah bangun? Maaf yah aku tinggal."
Nando mengangguk dan tersenyum. "Arsya udah ada kabar?" Tanya nya, dengan pandangan ke arah depan menatap laut biru.
Aruna mengangguk dan kembali menatap ke arah depan. "Tadi malam dia telepon. Kata nya pagi ini dia kembali ke vila."
Nando melihat ke arah Aruna hingga tatapan kedua nya bertemu. "Kalau ada apa-apa Lo bisa hubungin gue Aruna."
Aruna mengedipkan mata nya sedikit terkejut dengan ucapan Nando. "Makasih ka." Sahut Aruna tersenyum.
"Arsya sahabat gue jadi Lo gak usah sungkan anggap gue sahabat Lo juga."
Aruna mengangguk paham. "Kak udah kenal lama yah sama Arsya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomanceDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
