Setelah mengistirahatkan tubuh nya mereka terbangun dan Arsya meminta Aruna segera bersiap. "Kemana?" Tanya Aruna saat Arsya meminta nya bersiap.
"Nanti juga kamu tau." Aruna mendengus, lalu Ia turun dari tempat tidur dan memasuki kamar mandi. Setelah beberapa menit kemudian kini Aruna telah siap dengan pakaian casual nya juga makeup tipis nya. Aruna mengedarkan pandangan nya melihat Arsya yang sedang berada di balkon yang seperti nya suami nya itu sudah mandi dan rapi, Aruna pun menghampiri nya.
"Emang nya kakek gak kesepian tinggal di sini yah?" Tanya Aruna saat Ia menghampiri Arsya. Arsya pun menoleh, lalu memeluk Aruna dari belakang dan menghirup aroma istri nya lebih segar.
Arsya menggeleng mengkoreksi. "Kakek di temani sama banyak pekerja nya." Jelasnya.
"Itu beda Arsya." Kelak Aruna, lalu pandangan nya teralih ke luar alam bebas. Mereka di suguhi pemandangan yang sangat indah. Pantai dan bangunan berjajar rapi tidak jauh dari sana. Tempat dimana mereka berada ini lebih tepat nya di sebut mansion, karena memiliki bangunan lebih tinggi dari pada bangunan-bangunan lain di sekitar nya.
"Ayo." Kata Arsya sembari menarik tangan Aruna. Mereka keluar dari bangunan itu. Saat sampai di luar mereka di sambut beberapa orang berseragam yang mempersilahkan mereka masuk ke dalam mobil jip.
Aruna menghirup udara segar. Arsya membawa nya melewati alam yang masih asri. Sepanjang mata memandang, Aruna tersenyum tipis menikmati pemandangan yang di suguhkan. Aruna sering ke kota ini dulu saat liburan semester orang tua nya sering membawa nya liburan ke Bali, namun baru pertama kali Aruna mengetahui tempat seindah ini.
Perjalanan yang cukup jauh. Arsya meraih tangan istrinya keluar dari parkiran. Di depan mereka, ada sebuah kapal menunggu kedatangan nya. Arsya membantu Aruna menaikinya, mengharuskan Aruna melangkah lebih dulu. Aruna mengikuti Arsya memasuki dek kapal sembari menghirup udara segar.
Boat itu mulai bergerak, Aruna terkejut dan memegang besi pembatas. Arsya memberikan paperbag kepada Aruna, paperbag itu berisi baju renang untuk Aruna pakai.
"Mau ngapain?" Tanya Aruna.
"Jetski."
"Gak mau, takut."
Arsya berdecak. "Pakai sayang."
"Takut Arsya, gu-aku gak jago renang, kalau kecebur gimana?"
"Ada aku, sana ganti.. atau mau aku bantu gantiin?"
"Issh nyebelin." Kesal Aruna, lalu mengambil paperbag itu di tangan Arsya dan memasuki ruangan di dalam kapal. Setelah selesai Aruna kembali keluar.
"Kamu ko ga ganti?" Tanya Aruna heran, karena Arsya hanya menggunakan celana pendek nya dan tidak memakai bajunya.
Arsya menggeleng, lalu memperhatikan penampilan Aruna. "Ketat sayang." Kata Arsya melihat Aruna yang memakai pakaian renang. Meskipun tertutup namun lekuk tubuh istri nya terpampang jelas.
"Kan kamu yang suruh."
"Ganti lagi deh. Aku gak mau kamu jadi bahan tontonan orang-orang."
"Tapi di sini juga cuma ada kita berdua deh."
"Kata siapa? Yang bawa kapal ini orang Aruna."
Aruna berdecak. "Shhh untung suami." Kesal nya, lalu kembali berganti baju.
"Ayo." Arsya meraih tangan Aruna.
"Takut."
"Ada aku." Arsya berusaha menenangkan, lalu Ia membantu Aruna mengenakan pelampung, lalu membawa nya turun dari boat. Aruna yang tidak pandai berenang pun sangat ragu mengikuti keinginan Arsya kali ini. Terutama menaiki jetski di tengah laut, membuat Aruna sesak nafas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomansaDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
