20. Amarah Arsya

1.8K 110 8
                                        

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam namun Aruna masih di sibukkan dengan pekerjaan nya. Setelah mengangkat telpon suami nya Aruna di buat kesal karena Arsya yang dengan seenaknya mematikan panggilan nya.

"Siapa Run?" Tanya Novita yang saat itu sedang bersama Aruna membantu menata dekorasi pelaminan.

"Hah emm Alisa tadi dia nanyain gue kenapa belum pulang." Jawab Aruna terbata karena belum ada yang mengetahui tentang status pernikahannya.

"Oh lagian Lo bukan nya kabarin orang rumah dulu."

"Iyah gue lupa Nov."

Aruna dan Novita kembali mengerjakan pekerjaan nya. Hingga tanpa sadar ada seseorang yang sedang mencari keberadaan nya, Arsya memasuki hotel dengan kemeja hitam dan tangan nya yang dililit sangat menambah ketampanan seorang Arsya Alian Xiever pengusaha muda yang kini sedang mencari istri nya Aruna Salmaya Giandra.

"Pulang!" Ucap Arsya menarik tangan Aruna ketika menemukan Aruna yang sedang sibuk menata dekorasi di area pelaminan.

Tentu saja perlakuan Arsya mendapat perhatian orang-orang yang berada di hotel termasuk Novita.

"Gak mau gue masih kerja." Jawab Aruna berusaha melepaskan tangan Arsya dari tangannya.

"Ini udah malam Aruna! Pulang atau gue gak izinin Lo kerja?" Ancam Arsya tanpa melepaskan tangannya.

"Tapi gue gak bisa kerjaan gue belum selesai!"

"Sorry Lo siapa yah narik-narik teman gue?" Tanya Novita saat melihat keributan antara dua orang di hadapan nya.

"Gak penting. Dimana bos Lo?" Tanya Arsya.

"Maaf ada apa yah?" Tanya Reno leader Aruna menghampiri mereka.

"Maaf pak saya izin ngobrol sebentar sama teman saya yah." Ucap Aruna berusaha menarik tangan Arsya namun dengan cekatan Arsya mengelak perkataan Aruna.

"Saya mau bawa Aruna pulang sekarang." Ucap Arsya dan langsung mengeluarkan lima lembar uang seratus ribuan. "Ini sebagai kompensasi karena Aruna tidak menyelesaikan pekerjaan nya." Lanjut Arsya memberikan uang tersebut kepada Pak Reno selaku atasan Aruna.

"Tapi.." jawab Reno namun di abaikan oleh Arsya dan langsung membawa Aruna pergi dari hotel.

Arsya terus menggenggam tangan Aruna membawa nya keluar dari hotel.

"Lo apa-apaan sih? Gue masih kerja Arsya! Lo gak bisa seenak nya gitu! Jangan pikir Lo banyak duit Lo bisa seenaknya!" Kesal Aruna saat tangan nya masih di genggam oleh Arsya dan berusaha melepaskan genggaman nya.

Arsya tidak menghiraukan ucapan Aruna Ia terus menggenggam tangan istrinya tersebut.

"Masuk!" Pinta Arsya agar Aruna memasuki mobil nya.

"Gak! Gue bawa motor." Tolak Aruna lalu membalikkan badannya untuk meninggalkan Arsya.

"Lo pikir bagus kaya gitu? Lo tuh udah jadi istri Aruna dan gue suami Lo jadi gue berhak untuk ngatur Lo, gue gak akan kaya gini kalau Lo pulang tepat waktu!" Ucap Arsya saat Aruna akan pergi meninggalkan nya.

Aruna membalikkan kembali badannya dan melangkah kan kaki nya mendekat pada Arsya. "Gue kerja Arsya! Gue gak keluyuran atau main gak jelas." Jawab Aruna dengan tatapan tajam nya.

"Terserah pokonya gue mau sebelum gue pulang Lo harus udah di rumah!"

Aruna tersenyum sinis mendengar jawaban suaminya tersebut. "Terserah lo." Jawab nya dan kembali membalikkan badannya meninggal kan Arsya untuk mengambil motor nya.

Arsya yang melihat kepergian Aruna hanya mampu menampakkan kekesalan nya. Arsya baru mengendarai mobil nya ketika Aruna telah mengendarai motornya dan mengikuti Aruna dari belakang berusaha menjaga istri nya meskipun mereka berbeda kendaraan.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang