67. Ideal Household

1.1K 98 3
                                        

Semakin membesar kehamilannya membuat Aruna merasakan berat tubuh nya semakin menambah. Perut nya yang sudah besar karena sudah menginjak usia 7 bulan membuat nya semakin sulit beraktivitas.

Aruna menatap diri nya di cermin dengan menggunakan dress hitam ketat sehingga menampakkan lekuk tubuh nya dan juga perut nya yang semakin membuncit.

"Sayang aku jelek yah?" Tanya Aruna pada Arsya yang sedang sibuk dengan laptop nya di atas kasur.

"Jelek apa nya sayang?" Tanya Arsya namun mata nya masih fokus pada laptop.

"Ini loh badan aku tambah besar. Tangan, perut, jari-jari aku juga pada bengkak." Keluh Aruna, dengan berlenggok di depan cermin seolah meneliti seluruh bagian tubuhnya.

Arsya mendongak dan melihat Aruna yang sedang berdiri di depan cermin dengan wajah nya yang badmood nya. Arsya tersenyum memperhatikan istrinya itu yang sedang mengomentari dirinya sendiri. Arsya menyingkirkan laptop nya dari pangkuan nya lalu berjalan menghampiri Aruna.

"Apa nya yang jelek sih? Istri aku gak pernah jelek." Ucap Arsya yang tiba-tiba memeluk Aruna dari belakang.

"Kamu gak liat mas? Tangan dan kaki aku jadi besar."

"Emang kenapa? Kamu tetep cantik Aruna. Gak ada yang jelek dari diri kamu semuanya sempurna Dimata aku." Ucap Arsya dengan jujur lalu tangannya mengusap perut Aruna. "Apalagi di dalam sini ada anak aku."

"Kamu gak bohong kan mas?" Tanya Aruna membalikkan badannya menghadap Arsya.

"Masa aku harus bohong? Mau kamu kurus atau gendut di mata aku kamu tetap sempurna di mata aku sayang."

"Janji kamu gak akan cari cewek yang lebih cantik dari aku?" Ucap Aruna menyodorkan jari kelingking nya.

Arsya tersenyum lalu mengaitkan jari kelingking nya dengan Aruna. "Janji! Kamu udah cukup untuk jadi dunia aku Aruna. Aku cuma mau nikmatin surga dunia aku sama kamu dan anak-anak kita nanti."

"Mass..."

"Iya sayang?"

"Makasih yah?!"

"Buat apa?"

"Makasih karena kamu udah buktikan ke aku dan bikin aku benar-benar merasa beruntung karena udah nikah sama kamu."

Arsya tersenyum lalu memeluk Aruna dengan erat. "Aku yang harus nya terimakasih sama kamu, karena kamu udah mau ngasih aku kesempatan kedua buat aku perbaiki semua nya."

Aruna mengangguk di balik dada bidang suaminya. "I love you mas."

"I love you more sayangku, bidadari surgaku."

Aruna memukul pelan dada Arsya sambil tertawa. "Apa sih lebay." Sarkas nya, namun tidak bisa menutupi rasa saltingnya.

Arsya tersenyum lalu jari tangannya mencolek hidung Aruna. "Jadi mau berangkat kapan?" Tanya Arsya.

"Sekarang yuk. Bentar lagi jam sebelas siang jam besuk nya takut keburu habis."

"Oke let's go." Arsya menggenggam tangan Aruna.

"Bentar mas aku pake lipstik dulu." Tahan Aruna lalu mengambil lipstik di atas meja nya dan memakai nya.

"Jangan terlalu menor sayang."

"Enggak ko. Yuk."

hampir 7 bulan ini Arsya dan Aruna benar-benar menjalani kehidupan rumah tangga yang ideal. Tempat dimana cinta, rasa aman, dan pertumbuhan bersama bisa tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

Tidak ada lagi Miscommunication diantara mereka. Arsya yang selalu menceritakan tentang apapun yang terjadi baik itu kerjaan bahkan tentang Bella yang masih berada di rumah sakit jiwa. Cinta dan kasih sayang mereka semakin membesar membuat kedua nya selalu bisa membawa kebahagiaan pada rumah tangga mereka meskipun masih seumur jagung.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang