31. Membaik

2K 114 7
                                        

Dengan kondisi tubuh nya yang masih lemas dan wajah nya yang pucat, Arsya mengendarai mobil nya. Sepulang dari kantor Arsya memutuskan untuk menemui Aruna. Sudah tiga hari Aruna mendiamkan nya dan dua hari ini Aruna menginap di rumah bunda nya. Arsya menyusul Aruna untuk menjemput nya.

"Assalamualaikum bunda." Ucap Arsya saat Ia sudah sampai di depan rumah Aruna dan menyapa bunda Zira yang sedang mengangkat jemuran karena waktu semakin sore.

"Waalaikumsalam yaampun nak Arsya." Arsya pun mencium tangan bunda Zira.

"Loh kamu demam?" Tanya bunda Zira terkejut saat Arsya mencium tangannya terasa panas.

"Cuma gak enak badan aja bunda."

"Aduh Aruna nih suami nya sakit juga. Ayo masuk nak." Ajak Zira membawa Arsya memasuki rumah nya.

"Arunaaa.. Arunaa."

"Iya Bunda bentar."

"Kenapa Bun..?" Tanya Aruna terjeda saat Ia melihat Arsya. "Lo?"

"Arunaaa."

"Kamu ngapain disini m-mas?" Aruna mengulang pertanyaan nya setelah mendapat tatapan tajam dari bunda nya.

"Suami kamu sakit ajak istirahat dulu ke kamar gih." Pinta bunda Zira.

"Ta-tapi Bun kamar Aruna kan kecil."

"Iya gapapa kalian juga udah suami istri, istirahat dulu nanti bunda masakin makan malam yah kita makan malem bareng." Ucap bunda Zira mengusap bahu Arsya.

"Makasih bunda." Ucap Arsya menampil kan senyumnya.

"Yaudah sana istirahat dulu kamu urus suami kamu biar bunda aja yang masak."

"Iya bunda."

Aruna pun membawa Arsya ke kamar nya. Kamar yang berukuran kecil juga kasur yang kecil namun terlihat rapih dan estetik.

"Masuk." Ucap Aruna ketus meminta Arsya memasuki kamarnya.

Mata Arsya mengelilingi seluruh isi kamar Aruna, harum ciri khas wanita tercium di penciuman Arsya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mata Arsya mengelilingi seluruh isi kamar Aruna, harum ciri khas wanita tercium di penciuman Arsya. Istrinya meskipun terlihat sedikit tomboy namun Ia pandai menata kamar nya sendiri sehingga meskipun ruangan itu tidak terlalu luas namun sangat nyaman.

Aruna menaruh punggung tangannya di kening Arsya saat Arsya sudah duduk di tepi kasur. "Badan Lo panas kenapa gak langsung pulang aja sih?"

"Di rumah gak ada istri." Jawab Arsya menatap Aruna.

"Ck alesan. Udah Lo istirahat."

"Lo mau kemana?" Tanya Arsya menahan tangan Aruna yang akan pergi.

"Mau ambil air kompresan." Arsya pun melepaskan tangan Aruna.

Arsya melihat bingkai foto yang berada di atas meja tepat samping kasur Aruna. Foto keluarga yang terdapat bunda Zira, Aruna, Alisa dan juga seorang laki-laki yang tidak asing di mata Arsya. Arsya pernah melihat foto laki-laki tersebut saat pertama kali Bimo meminta Arsya untuk menikahi Aruna, ya sahabat Bimo.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang