49. Perasaan Cinta?

1.6K 56 2
                                        

Nando menggeram mengepalkan tangannya saat mendapat kan pesan dari seseorang suruhannya. Beberapa foto candid antara Aruna dan Bella di sebuah coffee shop. Wajah nya penuh amarah saat melihat foto itu. Namun seketika wajah nya berubah saat mendapat kan satu pesan kembali. Sebuah video percakapan antara Aruna dan juga Bella. Nando tersenyum melihat Aruna yang melawan Bella tanpa takut.

"Cewek berani." Ucap Nando tersenyum mengulang video yang Ia tonton. Merasa gemas dengan tingkah Aruna.

Setelah nya Nando pergi dari ruangannya menuju ruangan Arsya. Ia harus memberitahu Arsya tentang Bella yang tidak segan-segan mengancam Aruna.

Ceklek

Nando memasuki ruangan Arsya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Kebiasaan Lo." Kesal Arsya karena Nando memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintu. "Kenapa?"

Nando membuka ponsel nya dan mengirimkan foto dan video Aruna dengan Bella pada Arsya.

Cring suara ponsel Arsya berbunyi dengan wajah nya yang bingung saat melihat notifikasi pesan dari Nando. Mata Arsya melihat Nando seperti bertanya-tanya mengapa Ia mengirimkan pesan padanya sementara mereka berada di dalam satu ruangan.

"Buka!" Ucap Nando meminta Arsya membuka pesan yang Ia kirim. Arsya pun menurut Ia membuka pola kunci pada ponsel nya dan membuka pesan Nando. Wajah nya penuh terkejut saat melihat foto Aruna dan juga Bella sedang bersama.

"Bella udah mempermalukan Aruna di depan umum." Ucap Nando. "Lo liat video itu."

Arsya memutar video tersebut. Ia terkejut dengan perkataan Bella yang mempermalukan Aruna di depan umum. Namun sama seperti Nando seketika wajah Arsya berubah dan tersenyum saat Aruna melawan Bella.

"Istri gue gemesin do." Ucap Arsya yang masih melihat video tersebut.

"Ya, dia emang cewek pemberani tapi Lo gak boleh diam aja. Bella bisa melakukan hal lebih dari sekedar mempermalukan Aruna di depan umum." Jelas Nando.

Arsya mengangguk paham. "Minta anak buah Lo awasin Bella terus. Apapun yang dia lakuin terutama kalau Bella ketemu sama Aruna pastikan Aruna aman." Ucap Arsya.

"Pasti."

Tok tok tok

"Hai...lagi meeting yah? Maaf." Ucap Aruna setelah membuka pintu ruangan Arsya dan melihat suami nya sedang berbicara serius dengan Nando.

Arsya tersenyum lalu menghampiri istri nya. "Enggak sayang lagi ngobrol biasa aja. Ayo masuk." Jawab Arsya lalu menggandeng tangan Aruna membawa nya masuk keruangan nya.

"Hallo kak." Sapa Aruna pada Nando.

"Hai Aruna...yaudah gue balik ke ruangan dulu sya." Pamit Nando.

"Iya, thank you do."

"Aman."

Arsya membawa Aruna duduk di sofa bersampingan. "Kamu masak apa?" Tanya Arsya membantu Aruna menaruh paperbag yang di bawa nya.

"Udang saur tiram, perkedel kentang sama sayur capcay. Kamu suka kan?" Tanya Aruna sembari membuka kotak makan yang di bawa nya.

"Apapun yang kamu masak aku suka." Sahut Arsya.

"Ishh...gombal banget om." Ledek Aruna.

Arsya memberikan tatapan tajam nya. "Yakin nih masih mau panggil aku om?"

"Hehe iya enggak bercanda suami." Ucap Aruna tertawa kecil.

Arsya memalingkan wajah nya lalu menyandarkan punggungnya di sofa. "Aku mau di suapin." Kata Arsya.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang