37. Mencuri Kesempatan

1.6K 112 13
                                        

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi Aruna bangun dari tidur nya. Menggeliat kan tubuh nya namun saat Ia bergerak Ia merasa ada benda yang menyentuh dada nya. Aruna mengintip ke dalam baju nya seketika Ia langsung berteriak.

"Aaaaaaaaaaaa." Jerit Aruna dan langsung bangun dari tidur nya.

"Berisik Aruna." Keluh Arsya saat mendengar jeritan istri nya.

"Lo ngapain pegang-pegang dada gue Arsya!" Kesal Aruna menatap Arsya yang masih memejamkan matanya.

Arsya membuka matanya perlahan. "Sorry gak sengaja malem gue gak bisa tidur." Ucap Arsya dengan wajah polos bangun tidur nya.

Aruna menutup dada nya dengan kedua tangannya. "Isshh kenapa sih Lo mesum banget?" Sarkas Aruna.

"Gue gak liat ko gue cuma pegang."

"Iissh Arsyaaaa tetep aja tangan Lo masuk ke baju gue!"

"Cuma tangan Aruna."

"Aahhhhaaahh mamaaa hiks hiks hiks." Tangis Aruna pecah sembari memeluk kedua gundukan di dada nya.

"Ko nangis sih? Sorry deh gue gak gitu lagi."

Aruna tidak mendengar Ia masih menangis dan memeluk dada nya.

Arsya menghembuskan nafas nya kasar. "Nanti malam Lo gak perlu nemenin gue tidur lagi Lo bisa tidur di kamar Lo sendiri." Kata Arsya lalu berdiri dan meninggal kan Aruna memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Sementara Aruna yang masih kesal pun kembali ke kamar nya dengan air mata yang berusaha ia hapus.

Setelah sama-sama membersihkan diri nya Aruna selesai terlebih dahulu untuk menyiapkan sarapan untuk suami nya. Sekesal apapun Aruna tetap mengurus Arsya selayaknya seorang istri meskipun Ia belum memberikan hak nya kepada suaminya.

"Loh bi udah selesai? Maafin yah Aruna telat bangun." Ucap Aruna terkejut saat bi Siti sedang menata makanan di meja makan.

"Wes gapapa toh non. Loh tapi non gak keramas toh?" Tanya bi Siti saat melihat rambut Aruna yang kering.

"Nggak bi Aruna baru kemarin keramas."

"Loh non kalau habis berhubungan sama suami itu harus keramas mandi besar."

"Hahhh? Berhubungan?" Ucap Aruna terkejut mendengar perkataan bi Siti.

"Iya toh non." Sahut bi Siti lalu pandangan nya beralih saat melihat Arsya yang sedang menuruni anak tangga.

"Loh den Arsya sarapan dulu den." Panggil bi Siti saat Arsya hanya melewati meja makan dan berjalan keluar.

"Nanti saya makan di kantor bi." Sahut Arsya menoleh sekilas lalu melanjutkan jalannya.

"Tumben non den Arsya."

Aruna hanya menatap kepergian Arsya yang tanpa menoleh kepadanya.

"Arsya marah bi kayanya."

"Loh marah kenapa non?"

Aruna menatap bi Siti ragu. "Aruna mau cerita sama bibi boleh?"

"Iya boleh atuh non."

"Tadi Aruna marahin Arsya bi."

"Kenapa non?"

"Arsya pegang dada Aruna pas tidur." Jawab Aruna menundukkan kepalanya.

Bi Siti terkejut mendengar ucapan Aruna namun juga Ia berusaha menahan tawanya. "Memang nya kenapa non? Yah gapapa toh kan sudah jadi suami."

"Jangan bilang non belum ngasih hak nya den Arsya sebagai suami?" Tanya bi Siti.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang