55. Uncoverd

2K 59 2
                                        

Dengan motor nya Aruna mengikuti Arsya dengan penuh penyamaran. Aruna menggunakan masker dan juga kacamata hitam belum lagi helm yang Ia kenakan. Saat tiba di rumah seseorang dan melihat Arsya turun dari mobil itu sudah membuat ia curiga karena Arsya yang akan bertemu dengan client tapi Ia justru pergi ke sebuah rumah. Aruna menunggu cukup lama sampai Arsya keluar dan betapa terkejut nya Ia saat Arsya keluar bersama Bella dan satu orang wanita yang Aruna sendiri tidak mengenalnya. Bella duduk di kursi depan bersama Arsya.

Aruna berusaha menetralkan perasaan nya meskipun saat ini tubuh nya seketika kembali lemas namun Aruna berusaha sekuat mungkin untuk menahannya. Aruna kembali menjalankan motornya dibelakang mobil Arsya dan mengikutinya terus. Sampai tiba di salah satu rumah sakit. Aruna melihat Arsya dan Bella turun dan memasuki rumah sakit tersebut.

Saat Aruna akan mengikuti nya tiba-tiba saja Ia merasakan mual hingga Ia tidak kuat untuk melanjutkan langkahnya. Aruna memilih untuk duduk dekat pedagang kaki lima yang tepat berada di depan rumah sakit dan tepat di depan dimana mobil Arsya terparkir.

Cukup lama Aruna menunggu hingga ia berhasil menetralkan rasa mual nya. Setelah hampir satu jam Aruna menunggu dengan menahan panas terik matahari, Arsya telah keluar bersamaan Bella dan juga satu orang wanita. Aruna berusaha bersembunyi dan terus memperhatikan Arsya di depannya. Terlihat seperti sedang mengobrol dengan Bella karena ekspresi Bella yang terlihat tertawa seperti seseorang yang sedang bahagia.

Aruna tak kuasa menahan air matanya hingga akhirnya Ia menangis di balik kacamata hitamnya. Namun dengan segera Aruna menghapus nya dan kembali fokus untuk mengikuti Arsya kemana setelah ini Ia akan pergi.

Tangannya sudah gemetar saat menjalankan motornya, namun Ia tetap harus bertahan demi rumah tangga nya bersama Arsya. Aruna ingin mendapatkan bukti kuat tentang Arsya dan juga Bella. Di balik kacamata dan helm yang menutupi wajah nya tangisan nya tak henti membasahi pipi chubby nya. Aruna menjalankan motornya sembari menangis. Merasakan sesak di dadanya namun Ia masih berharap apa yang Ia lihat tidak seperti apa yang Ia bayangkan.

Waktu semakin siang dan terik matahari semakin menyengat membuat Aruna sangat merasa kepanasan. Kini Aruna sudah berada di restoran yang belum pernah Aruna kunjungi. Restoran mewah dengan nuansa modern Aruna memarkirkan motornya sedikit jauh dari mobil Arsya terparkir. Aruna menarik nafas nya dalam berusaha menguatkan dirinya sendiri. Tubuh nya lemas namun Ia harus tetap mencari kebenarannya.

Beruntung lah Arsya duduk di dekat skat tembok hingga Aruna bisa duduk tepat di belakang Arsya yang terhalang skat tembok tipis. Namun satu orang yang bersama Arsya dan Bella pergi tidak lama saat mereka duduk.

"Permisi...silahkan menu nya." Ucap seorang waiters memberikan buku menu.

Aruna mengangguk dan segera memesan minuman. "Jus jeruk satu yah mbak." Ucap Aruna dengan pelan.

"Baik di tunggu sebentar yah mbak." Sahut waiters lalu pergi.

"Sya makasih yah kamu masih peduli sama aku." Ucap Bella yang terdengar oleh Aruna. Mata nya berlinang namun Aruna berusaha untuk tidak menangis.

Arsya hanya mengangguk tanpa menjawab. "Istri kamu gimana? Dia..."

"Aku bilang mau ketemu client. Makanya aku gak bisa lama setelah makan siang aku anter kamu pulang." Sahut Arsya.

Mendengar jawaban Arsya tanpa aba-aba air mata Aruna pun terjatuh. Kecurigaan nya selama ini ternyata memang benar ada nya. Ada yang aneh dengan Arsya dan sekarang Aruna mendengar nya sendiri bahwa Arsya telah membohongi nya. Dada nya terasa sesak dan tubuh nya semakin lemas air matanya tak henti menetes seakan meluapkan rasa sakit yang Aruna rasakan, dikhianati. Disaat Ia mulai mencintai Arsya namun ini yang harus Aruna terima, sebuah kebohongan.

Arsya & ArunaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang