Setelah Rina telah di makamkan Arsya masih setia berada di pusaran mama nya. Dulu bahagia nya begitu singkat dan saat bertemu kembali pun terasa sangat singkat. Belum ada kata bahagia yang menghampiri Arsya dan juga Rina di kehidupan nya sekarang. Kini semua nya telah hilang, sebenci apapun Arsya kepada Rina Ia tidak menyangka bahwa mama nya akan pergi dengan cara yang mengenaskan.
"Arsya kita pulang yah?" Ucap Aruna yang masih setia mendampingi suami nya.
Arsya mengangguk meskipun dengan lesu. Aruna menggandeng langkah suami nya secara perlahan. Ia memahami betul apa yang di rasakan oleh Arsya. Saat itu Aruna masih memiliki bunda nya di saat ayah nya pergi namun berbeda dengan Arsya Ia benar-benar sendiri dan kini hanya Aruna harapannya sebagai istri.
"Arsya.." Panggil seseorang yang tiba-tiba menghampiri Arsya dan Aruna yang hendak memasuki mobil nya.
"Bella?" Ucap Arsya terkejut.
Ekspresi Aruna pun seketika berubah namun Aruna tidak ingin kalah Aruna menautkan jari jemari nya dengan Arsya berusaha menunjukkan kemesraan nya bersama Arsya.
"Aku ikut berduka cita atas kepergian mama kamu." Ucap Bella dengan mata nya yang sudah melihat dua tangan yang saling menggenggam.
"Makasih bell." Jawab Arsya tersenyum tipis.
"Aku mau ngo..." Perkataan Bella terpotong oleh Aruna yang menyela pembicaraan nya.
"Sayang ayok kamu belum istirahat dari kmarin." Ucap Aruna mengelus bahu Arsya.
"Mbak makasih yah atas ucapan bela sungkawa nya. Saya sama suami harus pulang. Permisi." Kata Aruna menatap Bella sekilas lalu melanjutkan langkah nya dan memasuki mobil nya.
Bella menghentakkan kaki nya merasa kesal dengan tingkah Aruna yang seenaknya.
"Sialan Lo Aruna!"
Arsya yang mendapat kan perlakuan Aruna yang tiba-tiba pun menyunggingkan senyumnya saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Kenapa ko natap nya gitu?" Tanya Aruna saat Arsya menatap nya.
"Cemburu?" Kata Arsya yang terus menatap Aruna.
"Enggak! Gue cuma mau selamatin Lo dari nenek lampir aja." Sahut Aruna lalu memalingkan wajah nya.
Arsya kembali tersenyum Ia eratkan lagi tangannya yang menggenggam Aruna lalu kepala nya Ia sandarkan di bahu Aruna. "Makasih yah." Kata Arsya dengan mata terpejam.
"Hmm." Aruna hanya berdehem tidak mengeluarkan kata-kata nya.
Setelah beberapa saat Aruna kini telah mendengar deru nafas dari suami nya. Ya, Arsya tertidur dengan kepala yang Ia sandarkan pada bahu nya. Aruna biarkan karena Ia memahami rasa lelah dan sedih yang suami nya rasakan.
"Non kita langsung pulang aja?" Tanya pak Udin yang sedari tadi mengemudi mobil Arsya dan Aruna.
"Iyah pak langsung pulang aja."
****
"Nando.." panggil Bella saat Ia melihat Nando yang akan menaiki mobil nya setelah menghadiri pemakaman mama Arsya.
"Lo?" Nando terkejut saat Bella memanggil nya.
"Nando aku butuh bantuan kamu." Ucap Bella memegang tangan Nando.
"Sorry bel gue harus ke kantor."
"Nando please bantuin gue buat balikan sama Arsya." Bella merapatkan kedua tangannya memohon kepada Nando.
"Lo gila yah? Arsya itu udah nikah! Lebih baik Lo move on deh dan gak usah ganggu Arsya dan Aruna lagi."
"Enggak! Nando kamu tau kan aku itu cinta banget sama Arsya. Kamu tau perjuangan aku dapetin Arsya gimana Nando. Please Nando aku mohon."
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomanceDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
