26. Nenek Lampir

1.8K 100 4
                                        

Dengan jalan terengah-engah Novita menghampiri Aruna di meja kerjanya. "Huftt huftt Aruna." Panggil Novita tiba-tiba dan membuat Aruna terkaget.

"Astagfirullah Nov ada apa sih? Bikin kaget aja Lo." Kesal Aruna mengelus dada nya.

Novita berusaha mengatur nafas nya lalu melanjutkan bicara nya. "Kata pak Reno Lo mau resign? Kenapa anjir?"

Aruna mengangguk. "Hehe iya Nov gue mau resign."

"Kenapa? Lo udah punya kerjaan baru?" Tanya Novita lalu mendapat gelengan dari Aruna.

"Terus?"

Aruna melirik kanan dan ke kiri melihat keadaan lalu mendekat pada Novita dan berbisik. "Gue gak boleh kerja sama suami gue." Ucap nya tepat di telinga Novita.

"SUAMI?" kaget Novita dengan suara nya yang meninggi dengan seketika Aruna langsung membekap mulut Novita.

"Suutt jangan berisik anjir."

"Yah Lo bercanda nya kelewatan anjir."

"Gue gak bercanda Nov."

"Maksud Lo?"

"Gue beneran udah nikah." Jawab Aruna dengan berbisik dan memberi kode agar Novita tidak bocor.

"Lo nikah gak ngundang gue? Siapa suami Lo anjir? Lo gak hamil duluan kan?"

Dengan segera Aruna memukul lengan Novita. "Sembarangan Lo, gak yah! Panjang Nov ceritanya."

"Yah Lo cerita lah."

Aruna pun menceritakan bagaimana Ia bisa menikah dengan Arsya. Dengan suara yang mengecil karena takut karyawan yang lain tahu dan berpikir yang aneh-aneh tentang dirinya.

"Jadi laki-laki yang waktu itu suami Lo?" Aruna mengangguk.

"Anjir Aruna ganteng."

"Yee jangan macem-macem Lo yah!"

Novita cengengesan. "Terus Lo jadi ibu rumah tangga aja dong?"

Aruna menaikkan bahu nya. "Mungkin."

***

Pukul 4 sore Aruna sudah selesai bekerja dan Ia berniat untuk pergi menemui bunda nya dengan membeli beberapa keperluan rumah. Sebelum nya Aruna mengirim kan chat pada Arsya dan meminta Izin untuk pergi ke rumah bunda nya.

Kini Aruna sedang menjalankan motor nya Ia akan pergi ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan bunda dan Alisa. Sesampainya di supermarket Aruna mendorong troli dan mengambil beberapa barang seperti sayuran, buah-buahan, sabun dan lain-lain. Aruna benar-benar menikmati berbelanja nya tanpa mengirit seperti biasanya. Namun seketika langkah nya terhenti.

"Tapi wajar gak yah kalau gue belanja pake uang Arsya...tapi kan emang gue istri nya." Ucap Aruna sambil menimbang-nimbang.

Aruna mengambil ponsel nya dan berniat untuk menelpon Arsya.

"Hallo." Sapa Aruna di balik telfon nya.

"Hmm." Jawab Arsya.

"Gue mau belanjain keperluan bunda dan Alisa pake kartu Lo yah?"

"Bebas Aruna."

"Hehe oke bye." Sahut Aruna kegirangan lalu langsung mematikan panggilan nya.

Aruna melanjut kan belanja nya. Selain membeli keperluan bunda dan Alisa Ia juga membeli keperluan dirinya dan juga Arsya. Dengan membawa tiga kantong besar kini Aruna sudah berada di parkiran.

"Gimana gue bawa nya banyak banget." Ucap Aruna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Bruuukkk

"Anjir belanjaan gue." Ucap Aruna saat tiba-tiba seseorang menendang kantong belanjaannya.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang