65. Trying to Let go

1.3K 90 6
                                        

Dengan tangan yang saling menggenggam kini Arsya dan Aruna telah tiba di rumah Nando, tempat dimana selama satu Minggu ini Aruna Tinggal.

"Kita langsung pergi ke bandara aja sayang. Biar barang-barang kamu aku suruh orang buat ambilnya." Ucap Arsya menahan langkah Aruna.

"Sya bukan cuma barang. Aku mau bilang makasih sama mbok Raya karena udah bantu aku selama disini. Dia udah nemenin aku."

Arsya menarik nafas nya kasar. "Yaudah tapi gak usah lama yah?" Pinta Arsya dan di angguki oleh Aruna.

Keduanya melangkahkan kaki memasuki rumah tersebut. Bagaimanapun mbok Raya sudah sangat baik pada Aruna dan Aruna tidak ingin pergi tanpa mengucapkan terimakasih.

"Non Aruna?" Panggil mbok Raya dari arah belakang Aruna.

Dengan segera Aruna menengok. "Mbok.." ucap nya lalu memeluk mbok Raya.

"Mbok abis dari mana?"

"Ini mbok abis belanja den Nando minta di masakin non."

Aruna pun mengangguk. "Mbok kenalin ini suami aku."

"Den Arsya?"

"Mbok Aya?"

"Iya den yaampun den sudah gagah sekarang yah ganteng bentar lagi mau punya baby juga."

Arsya mencium tangan mbok Raya dan tersenyum. "Mbok apa kabar?"

"Alhamdulillah baik den. Ah yaudah ayok masuk den non." Mbok Raya mempersilahkan kedua pasangan tersebut untuk memasuki rumah.

Saat mereka berdua memasuki rumah itu dan Nando yang baru saja bangun dan menuruni anak tangga terkejut dengan kedatangan Arsya dan Aruna.

Mbok Raya yang sadar karena suasananya menjadi kikuk dengan segera Ia merangkul tangan Aruna. "Ayo non mbok bantu packing nya." Ucap mbok Raya mengalihkan.

Aruna pun paham saat melihat tatapan Nando dan Arsya yang tegang. "Ayok mbok." Ucap Aruna dan mengikuti mbok Raya menaiki tangga.

"Den mbok mau bantu packing barang non Aruna. Den sebaiknya ngobrol dulu sama den Arsya." Ucap mbok Raya berbisik.

Tatapan Nando masih datar menatap Arsya disana. Begitupun dengan Arsya tatapan yang sangat tidak bersahabat.

Nando memutuskan pandangannya lalu melanjutkan langkah nya menuju dapur untuk mengambil air minum. Setelah mengisi dua gelas itu Nando kembali menghampiri Arsya yang berada di ruang tamu.

"Kita perlu ngobrol." Ucap Nando dan di angguki oleh Arsya.

Mereka berdua memilih duduk di halaman samping rumah Nando dengan pemandangan kolam renangnya.

"Sorry kalau gue udah kelewatan ikut campur urusan rumah tangga Lo." Ucap Nando memulai pembicaraan lalu menarik nafas dalam sebelum melanjutkan perkataannya.

"Jujur gue cinta sama Aruna pada pandangan pertama saat Lo nabrak dia di hotel dulu."

"Cewek berani yang gak segan-segan bentak Lo di depan banyak orang." Ucap Nando tersenyum.

"Tanpa lo sadar setelah kejadian itu gue berusaha cari dia. Tapi yah ternyata bukan jodoh gue sampai akhirnya takdir buat kalian menikah."

"Gue marah, tapi gue gak bisa melakukan apapun karena Lo sahabat gue."

"Tapi di saat Lo bikin dia sakit saat itu, itu juga bikin gue sakit dan menyesal karena membiarkan pernikahan kalian terjadi."

"Sampai akhirnya gue tau ternyata Lo masih berhubungan sama Bella. Gue gak terima karena cewek yang gue cinta Lo sakitin berulang kali. Dan saat Aruna mau pergi dari hidup Lo gue gak bisa biarin gitu aja apalagi saat itu gue tau dia lagi mengandung. Gue bantu dia sampai akhirnya dia ada disini sekarang."

Arsya & ArunaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang