63. Arsya?

1K 96 10
                                        

"ka kita mau kemana?" Tanya Aruna, kini mereka berdua sedang berada di dalam mobil.

"Aku mau ajak kamu makan malam di restaurant terenak disini." Jawab Nando sembari mengemudikan mobilnya.

Aruna mengangguk ragu. "Tau gitu aku mau ajak mbok Raya. Soalnya waktu itu aku pernah janji mau ajak mbok makan enak."

"Nanti yah sekarang kita habisin waktu berdua dulu." Sahut Nando tersenyum.

Aruna terkejut dengan jawaban Nando. "Habisin waktu berdua? Berdua? Duh maksudnya apa sih. Ko malah gue yang merasa selingkuh? Gak...gak ini gak bener." Gerutu Aruna dalam hati.

"Aduhhh." Keluh Aruna tangannya memijat kening sebelah kanan.

"Kenapa?"

"Kepala aku pusing ka."

"Wait sebentar aku parkir dulu."

Aruna menegakkan duduk nya dan melihat ke sekeliling. "Udah sampe?" Tanya Aruna.

"Udah Aruna." Sahut Nando lalu membuka seat belt nya. "Gimana kepala kamu masih pusing?" Tanya Nando kembali.

"Ah gagal Aruna alasan Lo telat." Gerutu Aruna dalam hati.

"Aruna?"

"Hah..sedikit ka." Sahut Aruna ragu.

"Yaudah yuk turun." Tubuh Nando mendekat tangannya ingin meraih seat belt yang melingkar di tubuh Aruna.

Seketika tubuh Aruna menegang saat jarak antara dirinya dengan Nando semakin dekat dengan segera Aruna menahan tubuh Nando agar tidak semakin mendekat. "Aku bisa sendiri ka." Tolak Aruna ragu.

Nando pun tersenyum dan menghiraukan ucapan Aruna. "Udah yuk turun." Nando mengajak Aruna turun setelah Ia berhasil melepaskan seat belt yang Aruna pakai.

"Ma-kasih ka." Ucap Aruna sedikit terbata.

Nando turun dari mobil nya begitu pun disusul dengan Aruna.

Suasana angin malam serta pemandangan gedung yang menjulang tinggi dengan kerlap kerlip Lampu kota membuat suasana begitu hangat. Dekorasi meja dengan bunga mawar sebagai poin utama membuat momen terasa romantis.

Aruna terkejut setelah Ia sampai, senyum nya tak pudar menatap keindahan kota Singapore. "Waaaww." Ucap nya refleks menatap pemandangan malam.

"Kamu suka?" Tanya Nando.

Aruna tersadar saat mendengar suara Nando, wajah nya seketika menjadi tegang. "Ka ini berlebihan." Ucap Aruna.

Nando menggeser kan kursi nya dan membawa Aruna duduk. "Gak ada yang berlebihan Aruna." Ucap nya.

"Tapi ka ini harus nya ka Nando bawa pacar Kaka kesini bukan aku. Ini... terlalu berlebihan." Timpal Aruna.

Tidak ingin menjawab ocehan Aruna. Nando memilih memberikan buket bunga mawar merah pada Aruna. "Ucapan selamat dari aku karena kamu akan menjadi ibu." Ucap Nando tersenyum memberikan buket bunga.

Aruna membelalakkan mata nya, sikap Nando terlalu aneh jika hanya dikatakan sebagai teman suami nya. "Tapi ka...

"Udah Aruna anggap aja itu dari suami kamu."

"Suami? Arsya temen Lo emang aneh deh kayanya sya. Jemput gueee please." Ucap Aruna dalam hati.

Ma kasih ka." Jawab Aruna terbata.

Nando mengangguk. "Kita makan dulu yah." Nando menepuk tangannya sekali memanggil waiters.

"Ka banyak banget." Ucap Aruna saat 3 orang waiters membawa berbagai macam menu.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang