25. Memulai

1.9K 129 12
                                        

Ceklek

"Mau kemana?" Tanya Arsya saat mereka berpapasan keluar dari kamar nya masing-masing. Arsya dan Aruna  kini mereka telah kembali kerumah mewah milik Arsya.

Semenjak mereka kembali ke rumah nya Aruna merasa canggung entah lah mungkin karena kejadian malam itu. Namun berbeda dengan Arsya Ia terlihat seperti biasa saja.

"M-mau buat sarapan." Sahut Aruna sedikit terbata lalu pergi meninggalkan Arsya ke lantai satu.

"Tunggu." Tahan Arsya memegang tangan Aruna. "Baju Lo kenapa udah rapi?"

"Ya mau kerja lah." Lalu Aruna kembali berjalan meninggalkan Arsya.

Arsya menyusul Aruna masih dengan kaos putih dan juga celana pendek ala rumahan nya.

"Kita perlu ngobrol." Ucap Arsya saat Ia kini sudah mendudukkan diri nya dimeja bar yang berada di area dapur dimana Aruna sedang menyiapkan sarapan.

"Apa lagi?"

"Lo berhenti kerja." Sahut Arsya tanpa basa-basi dan membuat Aruna terkejut.

"Apaan sih Lo." Sarkas Aruna membalikkan tubuh nya menghadap Arsya.

"Gue bilang kan kita mulai pernikahan ini dengan serius dan gue juga udah buktiin ke Lo gue udah putusin Bella." Jelas Arsya.

"I-iya sih tapi kaan..."

"Gue gak mau tau. Gue kasih waktu Lo sampe dua hari untuk berhenti kerja."

"Hah dua hari? Duh sebulan deh." Tolak Aruna berusaha menego.

"Seminggu deh seminggu." Ucap Aruna saat tiba-tiba Arsya memberikan tatapan tajam nya.

"Oke besok Lo udah harus berhenti." Ucap Arsya sambil menuangkan air minum di gelasnya.

"Ishh iyaiya dua hari." Jawab Aruna kesal.

Arsya pergi berjalan meninggalkan Aruna untuk mandi. "Gue mau mandi jangan lupa siapin baju kerja gue." Ucap nya sambil berjalan tanpa melihat Aruna.

"Siapin baju?"

"Lo istri gue kan?" Sahut Arsya lalu kembali melangkah kan kaki nya menuju kamar.

"Ishh ngeselin Lo om om hobi nya ngatur terus, seenak jidat lo eeuuhhhh untuk udah jadi suami kalau enggak udah gue rebus Lo!" Gerutu Aruna saat menatap kepergian Arsya dari hadapannya.

Aruna berjalan menyusul Arsya dan memasuki kamar Arsya. Ia bingung harus menyiapkan apa untuk suami nya. Ini pun kali pertama Aruna memasuki kamar Arsya. Aroma maskulin dengan baground kamar bernuansa abu-abu Aruna memperhatikan kamar suami nya tersebut.

"Itu orang habis tidur apa habis perang sih? Kasur nya udah kaya kapal pecah anjir." Keluh Aruna saat melihat tempat tidur Arsya yang sangat berantakan dengan selimut yang menjuntai ke bawah, bantal yang berada di ujung kasur serta ada kaos kaki di atas kasurnya.

Dengan segera Aruna merapikan tempat tidur Arsya lalu Ia menyiapkan pakaian kerja suami nya.

"Duh gue siapin baju apa? Letak baju dia aja gue gak hafal." Ucap Aruna sambil menatap lemari besar di kamar Arsya.

Aruna mengetuk pintu toilet dimana Arsya sedang mandi.

Tok tok tok

"Arsya gue izin buka lemari Lo." Jerit Aruna di balik pintu toilet lalu Ia berjalan kembali menuju lemari besar milik suami nya tersebut. Membuka nya dan mencari pakaian kerja untuk Arsya.

Aruna menggaruk kepala nya yang tertutup hijab. "Yang mana yah." Ucap nya saat menatap susunan jas yang di gantung dalam lemari.

"Ini aja deh." Aruna mengangkat satu jas berwarna biru navy dengan celana yang senada dan juga kemeja berwarna putih dan menaruh nya di atas kasur.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang