33. Luka Lama

2K 112 6
                                        

Saat terbangun dari tidur nya Aruna tidak melihat Arsya di samping nya. Ia membuka mata nya perlahan dan mencari suami nya.

"Arsya.." panggil Aruna dengan mata yang mencari sekeliling ruangan.

Ceklek

Aruna membuka pintu toilet berharap suami nya ada didalam namun nihil Ia tidak menemukan nya. Dengan langkah nya yang sedikit pincang Aruna menelusuri seluruh ruangan apartemen milik Arsya mencari keberadaan suami nya. Karena tidak ada Aruna mengambil ponsel nya dan menelpon Arsya.

Sudah panggilan ke 3 kali nomor Arsya tidak aktif. "Ish kemana sih Lo Arsya." Gerutu Aruna.

Aruna kembali mendudukkan dirinya di sofa namun tidak lama kemudian suara bel apartemen berbunyi.

"Duh siapa yah." Aruna melihat penampilan nya sendiri yang berantakan dan tidak memakai hijab. "Gak mungkin gue buka pintu dengan keadaan begini." Lalu Aruna berjalan kembali memasuki kamar nya dan mencari sesuatu yang bisa Ia pakai.

"Nah ini dia." Ucap Aruna saat membuka lemari Arsya dan menemukan Hoodie hitam milik suaminya lalu Ia pakai dan menutupi kepalanya dengan kupluk Hoodie.

"Celana nya....nah ini gak apa-apa deh." Aruna mengambil celana bahan milik Arsya yang pas di badannya namun sedikit panjang.

Setelahnya Aruna membuka pintu apartemen dan melihat siapa yang datang.

"Kak Nando?" Aruna terkejut saat Nando berada di apartemen.

"Hai."

"Arsya nya gak ada kak." Ucap Aruna tanpa mempersilahkan Nando untuk masuk.

"Gue cuma mau nganterin ini dari Arsya ada makanan juga." Nando memberikan 3 paperbag kepada Aruna.

"Tapi Arsya nya kemana kak?" Tanya Aruna setelah menerima paperbag nya.

"Dia ada urusan nanti juga dia pasti ngabarin Lo."

"Hmm tapi ko nomor dia gak aktif yah ka?"

"Kalau itu gue kurang tahu Aruna. Ah iya gue lupa, ini." Nando memberikan kartu ATM yang Arsya titipkan kepadanya untuk Aruna.

"Oh iya makasih kak."

"Sama-sama, gue pamit mau ke kantor lagi."

Aruna mengangguk. "Hati-hati kak." Setelah nya Ia kembali menutup pintu apartemen nya dan kembali ke sofa.

Satu paperbag berisi makanan dan dua paperbag berisi pakaian dan keperluan Aruna yang sudah Arsya siapkan.

Aruna menghembuskan nafasnya kasar saat melihat beberapa keperluan nya yang sudah Arsya siapkan. "Itu om-om kemana sih?" Kesal Aruna karena ditinggal tanpa pamit oleh Arsya.

***

Braaakkk

Arsya mendobrak pintu kamar itu dengan kasar. "Kurang ajar." Lalu memberikan pukulannya pada sosok laki-laki paruh baya. Setelah mendapatkan telfon dan mendapat kan video dimana Rina dengan kondisi lemah dan babak belur Arsya dengan segera menghampiri rumah Rina dan suami nya.

Bugh

"Berani kamu sama saya? Hah?" Sahut Alex dengan tangan nya mengusap pipi nya yang terkena tonjokkan dari Arsya.

"Gue bukan anak kecil lagi yang takut sama Lo!" Sahut Arsya melangkah kan kaki nya mendekat dan mencengkram kerah baju Alex. "DIMANA MAMA SAYA?" Tanya Arsya dengan tatapan tajam nya.

Cuih

Alex membuang air liur nya. "Mama kamu bilang? Bukannya kamu sendiri yang bilang dia bukan mama kamu?"

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang