Cahaya matahari memasuki celah jendela kamar. Aruna terbangun dari tidur nya. Pandangan matanya langsung tertuju mencari suami nya yang kini sudah tidak ada di samping nya. Mata nya menuju arah jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Ia terkejut karena pagi ini Ia telat bangun.
"Aruna bodoh nya...jam segini Lo baru bangun." Keluh Aruna menepuk kening nya.
Ia langsung bangkit dari tempat tidur menuju toilet untuk mencuci muka nya dan segera turun ke bawah berharap suami nya itu masih ada di rumah.
"Bi Arsya udah berangkat ke kantor?" Tanya aruna pada bi Siti yang sedang menyiram tanaman di luar.
"Udah non, tadi den Arsya berangkat pagi-pagi sekali sarapan pun gak sempet." Jelas bi Siti.
"Pagi-pagi?" Aruna terheran.
"Iya non tadi kelihatannya buru-buru mungkin mau ketemu client. Memang nya gak pamit sama non?"
"Enggak bi aku telat bangun hehe."
"Hualah non sakit? Keliatan pucat non." Tanya bi Siti.
"Enggak ko bi. Cuma agak lemas aja dikit."
"Yaudah non istirahat aja nanti bibi bawain sarapan ke kamar."
"Gak usah bi aku sarapan di bawah aja. Mau mandi dulu." Aruna merangkul bi Siti. "Makasih yah bi."
"Wes sama-sama non."
"Yaudah Aruna mau mandi dulu."
"Iya non."
****
Di tempat lain Nando baru saja sampai di kantor dan langsung menuju ruangan Arsya untuk menyapa nya seperti biasa.
Ceklek
Mata nya mencari keberadaan atasan sekaligus sahabatnya tersebut. Nihil, Arsya tidak ada di ruangannya. "Tumben dia belum datang." Ucap Nando terheran karena waktu sudah pukul sepuluh pagi namun Arsya belum ada di ruangannya.
Nando mengedikkan bahu nya lalu menutup pintu nya kembali dan pergi menuju ruangannya sendiri. Tangannya merogoh ponsel yang ada di saku nya dan menelpon Arsya.
Panggilannya berdering namun Arsya tidak juga mengangkat nya. "Kemana tuh orang?"
****
Setelah menyelesaikan mandi nya seperti biasa Aruna memoles wajah nya dengan tipis Ia berniat untuk mengantarkan makanan untuk suami nya yang tadi belum sempat sarapan. Ia akan membuat surprise untuk suaminya dengan membawakan makanan kesukaan nya. Setelah selesai dengan makeup nya Ia segera turun kebawah untuk memakan sarapan nya yang telat.
"Non mau kemana toh?" Tanya bi Siti.
"Aku mau ke kantor bi mau bawain Arsya makanan." Sahut Aruna sambil berjalan menuju meja makan.
"Non mau bawain apa? Mau bibi masakin?"
"Gak usah bi aku mau beliin makanan kesukaan Arsya aja."
"Oalah iya non."
"Bibi udah sarapan?"
"Udah non bibi udah sarapan." Aruna mengangguk dan melanjutkan makannya.
Setelah menyelesaikan sarapannya dengan segera Aruna pergi dengan di antar pak Udin menuju kantor Arsya. Sebelumnya Ia sempat membelikannya makanan untuk Arsya.
Tiba dengan antusias Aruna seperti sedang merindukan suaminya yang sudah beberapa hari tidak bertemu. Wajah nya tersenyum riang saat Ia turun dari mobil. Langkah nya sedikit Ia percepat, entah mengapa perasaan yang Ia rasakan saat ini sangat aneh saat ingin bertemu Arsya. Seperti banyak kupu-kupu yang berterbangan di perut nya. Perasaan yang bergejolak seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. Mood nya siang ini sangat baik dan gembira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomanceDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
