32. Mencoba Memperbaiki

2.2K 152 8
                                        

Dengan menahan sakit di kaki nya Aruna membuka lemari kecil yang berada di dekat ruang tv Ia mencari kotak p3k. Saat keluar dari kamar mandi Ia tidak sengaja menginjak barang yang ada di lantai sehingga terkena luka yang belum sembuh akibat terkena pecahan gelas beberapa hari yang lalu.

"Cari apa?" Tanya Arsya saat melihat Aruna membuka tutup lemari.

"Kotak p3k."

Arsya menghampiri Aruna lalu dengan sigap Ia melihat kaki Aruna yang terlihat mengeluarkan darah di balik kain kasa yang masih menutupi luka kaki nya.

"Kita ke rumah sakit." Ucap Arsya tiba-tiba menggendong Aruna.

"Ish gausah tinggal ganti perban aja kok."

"Itu berdarah lagi Aruna."

"Iya tadi gak sengaja nginjek sesuatu."

"Ceroboh." Sahut Arsya ketus lalu berjalan masih menggendong Aruna ala bridal style.

"Arsya gue mau jalan aja turunin."

"Diam Aruna."

"Ish ngeselin." Kesal Aruna menekuk bibirnya.

Arsya memasukkan Aruna ke dalam mobil nya dengan hati-hati. Setelahnya Ia memasuki pintu kemudi dan mengendarai mobil nya untuk pergi ke rumah sakit.

"Awssss." Keluh Aruna.

"Sabar bentar lagi sampai."

Setelah 15 menit perjalanan kini mereka sampai di rumah sakit. Arsya kembali menggendong Aruna.

Dengan menahan sakit nya Aruna berusaha memejamkan mata nya saat dokter memeriksa luka nya.

"Tidak apa-apa tapi ini kalau di biarkan bisa infeksi mbak." Ucap dokter.

"Parah yah dok?" Tanya Aruna.

"Luka nya nambah mungkin karena menginjak sesuatu sehingga luka nya semakin dalam. Nanti saya resepkan obat pereda nyeri dan salep nya yah."

"Baik dok."

"Oh iya perban nya harus sering di ganti yah pak. Dan kalau bisa jangan banyak jalan dulu yah mbak sampai luka nya mengering."

"Baik terimakasih dok."

"Yasudah luka nya sudah di bersihkan kan jadi boleh pulang dan ini resep obat nya."

"Terimakasih dok."

"Ayo naik." Ucap Arsya berjongkok meminta Aruna agar naik di punggung nya.

Tanpa ragu Aruna pun menurut dan menaiki punggung Arsya dengan melingkarkan tangannya di leher suaminya.

Setelah memasuki mobil nya dan Arsya yang mulai mengendarai mobil nya. "Gue laper." Ucap Aruna sambil memegang perut nya.

"Mau makan apa?"

"Mie instan aja deh nanti tapi Lo yang masak yah." Pinta Aruna pada Arsya.

"Gue gak bisa masak Aruna."

"Bisa Arsya cuma masak mie masa gak bisa."

Arsya menghembuskan nafas nya kasar. "Iya iya."

Setelah kembali ke apartemen sesuai dengan keinginan Aruna yang ingin makan malam dengan mie instan Arsya bergegas ke dapur untuk memasak nya.

"Ini gimana cara nya Aruna gue gak ngerti." Keluh Arsya dengan menatap kompor dan juga dua bungkus mie instan di depannya.

"Lo isi dulu panci nya pake air Arsya terus nyalain api nya baru masukin mie nya."

"Lagian kenapa gak pesen makan aja sih ribet banget harus masak mie segala." Keluh Arsya.

Arsya mengambil panci yang berukuran sedang lalu Ia isi dengan air matang lalu setelah nya Ia nyalakan api. Tanpa menunggu mendidih Arsya memasukkan mie nya ke dalam panci.

Arsya & ArunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang