Sosok wanita kuat dan tangguh namun ceria mungkin sangat cocok untuk julukan Aruna si anak perempuan pertama yang harus menjadi tulang punggung keluarga nya dan membiayai adik nya sekolah. Bagi nya saat ini kesehatan bunda dan sekolah adiknya Alisa sangat penting. Karena itu Aruna tidak henti nya bekerja keras agar mampu membiayai kebutuhan keluarga nya. Aruna hanya ingin pekerjaan nya berjalan lancar tidak ada hambatan apapun, dan kehidupan nya akan baik-baik saja.
Seperti saat ini Aruna telah menyelesaikan pekerjaan nya di sore hari dan seperti biasa setelah nya Ia akan pergi ke kafe untuk mengisi reguler bernyanyi. Dengan menggunakan motor butut nya juga gitar yang Ia gendong di punggung nya, Aruna begitu semangat. Bagi nya bernyanyi di kafe bukan lah sebuah pekerjaan Ia hanya melampiaskan rasa lelah nya karena Aruna sangat suka bernyanyi namun Ia akan mendapatkan upah dari hasil nyanyi tersebut.
Setelah menyanyikan beberapa lagu dan mendapat request dari penonton, kini waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dimana Aruna telah selesai melaksanakan reguler nya. Tanpa Aruna sadari ada sosok laki-laki yang sedari tadi memperhatikan nya. Arsya, diam-diam Ia mengikuti Aruna.
"Ikut gue!" Ucap Arsya menarik tangan Aruna saat Aruna akan menaiki motor nya untuk pulang.
"Lo lagi? Lepasin! Apaan sih Lo narik-narik gue? Gausah macem-macem Lo yah!" Ancam Aruna berusaha melepaskan genggaman tangan Arsya.
"Gue mau ngomong sama Lo, masuk!" Titah Arsya meminta Aruna memasuki mobil nya.
"Gak gue gamau masuk. Kalau mau ngomong tinggal ngomong aja kenapa harus masuk mobil?"
"Aruna please gue mohon masuk mobil, ada yang gue mau omongin sama Lo." Sahut Arsya dengan nada lembut.
Aruna terpaku ketika mendengar suara laki-laki di hadapan nya yang tiba-tiba melembutkan nada bicaranya dan memanggil namanya. "Ko Lo tau nama gue?"
"Nanti gue jelasin, jadi Lo masuk dulu kita ngobrol di dalam."
Tidak ada pilihan, Aruna mengikuti nya. Aruna begitu penasaran mengapa laki-laki asing ini tahu namanya.
Arsya dan Aruna kini sudah berada di dalam mobil. Arsya mengendarai mobil nya membawa Aruna ke suatu tempat.
"Eh mau kemana? Lo janji cuma ngobrol di dalam mobil yah. Berhenti gak! Jangan macem-macem atau gue tonjok Lo? Gue telpon polisi?" Ucap Aruna seketika merasa panik.
"Bisa diem dulu gak? Yakali kita ngobrol di depan kafe." Sahut Arsya masih fokus mengendarai mobilnya.
"Tapi motor gue, gamau tau nanti Lo anterin gue ambil motor lagi!"
"Iya bawel."
Arsya mengehentikan mobil nya di jalanan sepi, hanya ada beberapa kendaraan yang melintas. Arsya menarik nafas nya dengan kasar, tatapannya masih fokus ke arah depan menatap jalanan.
"Nikah sama gue." Ucap Arsya tanpa menoleh Aruna yang berada di sebelah nya.
Sontak Aruna terkejut dengan perkataan laki-laki asing di samping nya. "Lo gila yah om? Atau kesambet setan?"
"Gue serius Aruna, nikah sama gue. Gue mau tanggung jawab karena gue udah cium Lo."
Aruna tertawa mendengar nya. "Emang ciuman bisa buat gue hamil sampe Lo mau tanggung jawab nikahin gue?"
"Bisa gak tinggal Jawab iya aja gausah banyak bacot."
"Ishh denger yah om gue ga kenal sama Lo! Dan gue bukan cewek gampangan yang mau di nikahin sama modelan cowok mesum kaya Lo. Jadi jangan harap gue mau nikah sama Lo!"
"Nama gue Arsya bukan om Lo! Asal Lo tau gue juga ogah nikah sama bocil kaya Lo!"
"Yah terus kenapa Lo ngajak gue nikah?"
"Berisik! Gue anter Lo pulang." Sahut Arsya kembali mengendarai mobilnya.
"Ihh gamau, motor gue masih di kafe." Tolak Aruna menggoyangkan tangan kiri Arsya.
"Nanti gue suruh orang buat anter motor Lo." Sahut Arsya dan melepas kasar tangan Aruna.
Aruna menurut dan terdiam seketika pikirannya penuh. Apa yang di maksud laki-laki di samping nya ini? Nikah? Siapa dia?
"Lo tau dari mana nama gue?" Tanya Aruna memecahkan keheningan.
"Gak penting." Sahut Arsya ketus.
"Dasar om om aneh!" Kesal Aruna melayangkan tangannya yang di kepal ke arah Arsya berniat untuk menonjok laki-laki tersebut namun ia urungkan.
Selama perjalanan tidak ada pembicaraan apapun kedua nya sibuk dengan pikiran masing-masing, sampai Aruna tidak sadar kini Ia sudah berada di depan rumah nya. Sontak Aruna terkejut karena Ia belum menunjukkan arah jalan dimana rumah nya. Tapi laki-laki disamping nya ini sudah tahu rumah Aruna? Siapa dia?
"Ko Lo tau rumah gue?" Tanya Aruna penuh dengan kebingungan.
Arsya membuka sheet belt nya mengarah kan tubuh nya ke arah Aruna dan mendekat kan wajah nya pada Aruna. "Nikah sama gue atau hidup Lo akan hancur!" Bisik Arsya dengan nada penuh ancaman.
Tubuh Aruna membeku mendengar ancaman laki-laki tersebut di tambah jarak wajah nya dan wajah Arsya begitu dekat, lalu kenapa dia bisa mengetahui dimana rumah nya?
"Turun! Gue tunggu jawaban Lo dua hari lagi!" Titah Arsya dan membalikkan tubuh nya mengarah ke depan.
Raut wajah Aruna sudah memerah menahan amarahnya langsung tersadar.
"Iiihssssh." Aruna mencubit perut Arsya.
"Awwwsss sakit cewek gila!" Keluh Arsya memegang perutnya yang terkena cubitan oleh Aruna.
"Denger yah om! Gue gaakan mau nikah sama Lo! Dan gue gak takut sama ancaman busuk Lo!" Sahut Aruna penuh dengan amarah.
"Oke, kita liat aja nanti."
Aruna membuka pintu mobil nya keluar dan menutup kembali, sebelum Ia berjalan memasuki rumah nya Ia menendang mobil Arsya dengan kaki nya. "Dasar cowok gila!"
Sementara Arsya yang melihat tingkah Aruna di dalam mobil tanpa Ia sadari ada senyuman di bibirnya. Membayang kan bagaimana Ia bisa menikahi gadis yang bahkan umur nya saja masih belasan tahun. Ya Arsya sudah mencari tahu tentang gadis yang akan Ia nikahi itu, karena itu Arsya tahu di mana rumah Aruna. Bagi Arsya semua itu adalah hal mudah untuk Ia ketahui.
****
Pagi berganti Aruna begitu terkejut karena motor nya kini sudah ada di halaman rumah nya. Semalaman Aruna tidak bisa tertidur Ia membayangkan bagaimana laki-laki itu bisa mengetahui tentang nya bahkan dia tahu di mana rumah nya.
"Runa motor kamu kenapa? Tadi ada orang yang nganterin pagi pagi sekali." Tanya Zira.
"Oh semalam ban nya bocor Bun jadi runa tinggal di bengkel." Jawab Aruna terbata.
"Terus semalam kamu pulang sama siapa?"
"Ka Aruna malem di anter sama mobil mewah Bun. Pasti ka Bian yah ka? Dia udah pulang ke Indonesia?" Sahut Alisa, Bian adalah kekasih Aruna semenjak SMA, karena itu Alisa mengetahui tentang Bian dan pikirnya semalam yang mengantar Aruna adalah Bian, pacar Aruna.
"Ck bukan Bun, semalam Runa di anter sama.. bos, iya di anter sama bos Runa kebetulan searah." Jelas Aruna sedikit terbata. Karena Ia sendiri pun bingung harus menjelaskan siapa laki-laki itu.
"Oh gitu, bunda kira Bian sayang."
To be continue...
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomanceDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
