27. Tuduhan

1.7K 107 11
                                        

Aruna tiba di rumah nya pukul 08.30 malam setelah dari rumah bunda nya. Memasuki rumah mewah tersebut dengan membawa satu kantong besar berisi belanjaannya tadi sore. Ia menaruh nya di dapur nanti akan Ia tata dan sekarang Aruna akan membersihkan dirinya terlebih dahulu dan berganti pakaian nya. Aruna membuka lemari nya Ia mengambil pakaian tidur nya namun yang tersisa hanya Piyama pendek nya.

"Masa gue pake baju ini?" Ucap nya sambil membeberkan piyama di tangannya. Piyama dengan baju lengan pendek dan juga celana nya yang pendek di atas lutut.

"Tapi Arsya juga udah liat rambut gue sih. Yaudah lah pake aja." Lalu bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri nya.

Kini Aruna berada di dapur Ia membereskan belanjaan yang Ia beli tadi. Setelah selesai Aruna mendengar suara mobil suami nya yang baru saja tiba dengan segera Aruna mengambil gelas dan menuangkan nya air minum untuk suaminya.

"Nih minum dulu." Ucap Aruna menghampiri Arsya dengan membawa gelas berisi air untuk suami nya, senyuman merekah di wajah Aruna menyambut suami nya pulang. Namun berbeda dengan Arsya pulang dengan keadaan wajah nya yang datar.

Braakkkk

Arsya menepis tangan Aruna dan membuat gelas di tangannya jatuh kelantai dan pecah sehingga percikan gelas itu mengenai kaki nya.

Awssssss

"Lo apa-apaan sih?" Murka Aruna saat Arsya menepis gelas nya.

"Lo yang apa-apaan Aruna! Lo pikir bagus ngelabrak orang sembarangan? Lo pikir keren nampar orang sembarangan? apalagi kalian sama-sama perempuan!" Emosi Arsya yang sudah tidak tertahan sejak tadi akhir nya terpecahkan.

"Maksud Lo apa?"

"Gausah so polos! Lo nampar Bella di depan umum Aruna! Mau Lo apa sih? Gue udah putusin Bella dan mau serius jalanin pernikahan ini, tapi kenapa Lo lakuin hal keji itu hah?" Tuduh Arsya dengan nada tinggi nya.

Aruna menggeleng kan kepalanya dan senyumnya menyeringai. "Lo percaya sama nenek lampir itu?"

"Stop kata-kata in dia kaya gitu Aruna!"

"ENGGAK! gue gak akan pernah berhenti bilang dia nenek lampir!"

Arsya yang mendengar ucapan Aruna pun Ia tersulut emosi nya dan memberikan tamparan pada Aruna.

Plaakk

Kepala Aruna tersungkur tangannya beralih mengusap pipi kanan nya yang terkena tamparan dari Arsya.

"PUAS? LO BAHKAN GAK NANYA KENAPA GUE NAMPAR CEWEK LO ITU ARSYA! gue bukan PELAKOR bahkan gue gak pernah mau nikah sama Lo. Tapi apa? Lo maksa gue untuk masuk ke kehidupan Lo, Lo yang mau pertahankan pernikahan ini ARSYA! Terus gue harus diem aja disaat gue gak tau apa-apa tapi dia maki-maki gue dengan sebutan PELAKOR di depan umum? GUE HARUS DIEM AJA? IYA? Bahkan dia yang nampar gue duluan dan dia berusaha narik hijab gue ARSYA dan gue gak boleh balik nampar dia, Iya? gue gak boleh dorong dia di saat dia berusaha narik hijab gue?" Ucap Aruna penuh dengan emosi juga air mata yang sudah membasahi pipi nya.

Wajah Aruna penuh dengan amarah, pipi kanan nya memerah akibat tamparan dari Arsya belum lagi pipi kiri nya juga yang masih merah akibat tamparan dari Bella. Air mata Aruna terjatuh namun dengan segera Aruna menghapus nya. Sedang kan Arsya hanya terdiam mendengar perkataan Aruna.

"Ceraikan gue sya, gue gak mau terus-terusan ada di kehidupan Lo kalau isi nya hanya penderitaan. Dan Lo bisa lanjutin kisah cinta Lo sama Bella, cewek baik dan sempurna menurut Lo." Ucap Aruna setelah menghapus air mata nya lalu melangkah kan kaki nya untuk pergi meninggalkan Arsya.

Awssss

Keluh Aruna saat telapak kaki nya menginjak pecahan gelas di lantai.

Arsya menarik tangan Aruna. "Gue bantu Lo."

Arsya & ArunaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang