Arsya membawa Aruna ke sebuah pulau. Menikmati liburan singkat mereka. Arsya hanya ingin fokus pada istri nya. Sebuah vila yang tidak terlalu besar namun tetap nyaman. Pemandangan kolam renang dan juga laut biru tidak jauh dari sana. Desiran ombak di pantai pantai yang terdengar jelas membawa suasana hangat di dalam vila. Pohon kelapa yang menjuntai tinggi namun belum berbuah juga tanaman-tanaman hijau lain nya yang mengisi pemandangan indah di vila. Aruna takjub saat Arsya membawa nya ke tempat ini. Tidak banyak penghuni namun terlihat asri dan nyaman.
"Suka gak?" Arsya bertanya dengan tangan yang menggenggam membawa Aruna memasuki area depan vila.
Aruna mengangguk dengan mata yang berbinar mengelilingi pemandangan di depannya. "Suka." Katanya, lalu mendongak menatap Arsya. "Makasih yah."
Arsya mengangguk dan tersenyum lalu membawa Aruna memasuki vila. Ruangan pertama adalah ruang tamu dengan sofa berwarna cream dan ada sentuhan coklat juga tembok yang bernuansa putih setelah nya terdapat ruang tv yang terbentang luas menyatu dengan ruang makan dan dapur yang sangat terlihat estetik, juga toilet tepat di samping dapur, sebelah kanan terdapat satu kamar utama dan kamar lainnya yang tidak terlalu besar.
Arsya membawa Aruna memasuki kamar utama. Nuansa putih dan coklat Kayu menambah keestetikan kamar. Tempat tidur berukuran besar dengan lapisan sprei berwarna putih juga tv dengan inci yang besar berada di depannya. Namun Aruna terkejut saat melihat ada toilet yang hanya tertutup oleh kaca membuat bulu kuduk Aruna merinding.
"Kamu yakin ini kamar nya?" Tanya Aruna melihat toilet yang transparan hanya kaca sebagai penutup.
Arsya mengangguk yakin. "Iya ini kamar nya." Lalu Ia menaruh koper tepat di samping tempat tidur.
"Ta-tapi ini mah buat orang yang honeymoon Arsya." Protes Aruna.
"Apa beda nya sama kita Aruna?"
Aruna terkejut memikirkan perkataan Arsya dan Ia masih mencerna nya.
"Ko diem?"
"Ki-kita honeymoon?" Tanya Aruna ragu.
Arsya mengangguk lalu mengambil tangan Aruna dan mengelusnya. "Kamu mau kan?"
Aruna mendongak, Ia paham maksud pertanyaan Arsya. Ingin menolak karena rasa sakit setelah nya membuat Aruna masih merasakan takut. Namun, Ia mengingat perkataan bi Siti. "Ma-mau." Jawab Aruna.
Arsya tersenyum senang wajah nya mendekat mengikis jarak di antara mereka. Mata nya tertuju pada bibir pink yang mengkilat, Aruna memakai lipgloss hingga menambah kesan sexy di mata Arsya. Mata Aruna melotot, mencoba membaca gerak gerik Arsya. Saat jarak semakin dekat dengan cepat Aruna mendorong bibir suami nya dengan tangannya.
"Gak sekarang juga Arsyaaa." Ucap Aruna kesal, karena Arsya seperti hewan buas yang akan memangsa nya. "Ini masih siang."
Arsya berdecak kesal. "Sayang ayo lah..."
"Enggak! Aku mau keliling pulau dulu." Sahut Aruna lalu melangkah kan kaki nya untuk keluar kamar. Sementara Arsya langsung mendudukkan diri nya di kasur dengan wajah nya yang di tekuk.
Aruna menoleh ke belakang lalu kembali menghampiri suami nya. "Ayooo kita jalan-jalan." Ajak Aruna menarik tangan Arsya membawa nya keluar.
"Gak mau aku mau tidur." Arsya menolak dan melepaskan tangan Aruna.
"Oh oke. Berarti malem aku mau langsung tidur aja." Arsya melotot saat mendengar perkataan Aruna dan langsung berdiri. "Iya iya ayo sayang yukk, mau kemana? Hm?"
"Gak usah, aku bisa sendiri." Kata Aruna, lalu membalikkan tubuh nya dan meninggal kan Arsya di kamar. Arsya tidak tinggal diam Ia langsung menyusul Aruna cepat takut dengan ancaman yang di berikan Aruna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomanceDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
