"kemana aja Lo dari pagi?" Tanya Nando setelah meeting selesai. Kini mereka sedang berjalan menuju ruangan masing-masing.
"Gue ada urusan." Jawab Arsya singkat. Setelah kembali ke kantor Arsya langsung melakukan meeting dengan para karyawannya.
"Urusan sampe gak sempat angkat telepon?" Sindir Nando. Mereka berdua terus berjalan berdampingan.
"Sorry tadi hp gue ketinggalan di mobil." Jawab Arsya tanpa melihat Nando.
Nando menyeringai. "Bella?" Tanya nya dengan sinis.
Arsya menghentikan langkah nya. "Bukan urusan Lo!" Jawab Arsya lalu langsung melanjutkan langkahnya kembali.
"Gue tau Lo masih ngurusin Bella." Ucap Nando di belakang Arsya yang terus berjalan. Arsya yang mendengar ucapan Nando pun menghentikan langkah nya.
Nando mendekat menghampiri Arsya. "Kalau Lo gak bisa nyelesain urusan Lo sama Bella, tinggalin Aruna!"
Arsya menoleh. "Maksud Lo apa?" Tanya Arsya dengan wajah nya yang tegang.
"Lo gak bisa naro dua hati di hidup Lo Arsya!" Ucap Nando sedikit meninggi kan nada bicaranya.
"Lo gak tau apa-apa do!" Sahut Arsya lalu pergi meninggalkan Nando dan memasuki ruangannya.
Nando tidak tinggal diam Ia menyusul Arsya dan memasuki ruangan Arsya. "Aruna tadi siang kesini dia bawain Lo makan siang. Hubungi dia! Tadi mukanya kelihatan pucat."
Pandangan Arsya beralih pada sebuah paperbag yang berada di atas meja nya.
"Gue harap Lo gak akan nyesal atas apa yang udah Lo lakuin sekarang." Ucap Nando lalu pergi meninggalkan Arsya sendiri di ruangan.
Arsya menghembuskan nafas nya dengan lesu wajah nya penuh dengan rasa bersalah. Ia sadar apa yang Ia lakukan akan menyakiti Aruna namun Ia tidak ada pilihan.
Tangannya merogoh ponsel di saku nya mencari nomor Aruna. Banyak notifikasi yang Ia dapat dari Aruna. Arsya mendudukkan diri nya di kursi kerjanya tangan sebelah nya memijat pelan kening nya sementara sebelah tangannya lagi mencoba untuk menelpon Aruna.
"Hallo sayang." Sapa Arsya di balik telepon.
"Hallo Arsya kamu kemana aja sih? Aku telepon gak bisa, aku chat juga gak di bales, aku ke kantor kamu gak ada. Kamu kemana? Kamu ada kerjaan di luar? Ko Nando bisa gak tau? Aku khawatir mana kamu belum sempet sarapan tadi." Cecer Aruna tak henti. "Hallo Arsya ko diem? Kamu kenapa?"
Arsya menyunggingkan senyum nya di balik ponsel, wanitanya itu selalu membuat nya gemas dengan kebawelan nya. "Aruna kamu bisa diem dulu gak? Aku mau jawab pertanyaan kamu tapi kamu yang terus-menerus nanya aku tau gak kaya lagi interogasi aku."
"Yaudah maaf." Sahut Aruna memelankan suaranya.
"Aku tadi ada urusan kerjaan di luar. Nando emang gak tau dan tadi hp aku ketinggalan di mobil jadi aku gak bisa angkat telepon kamu." Jelas Arsya dengan lembut.
"Terus tadi pagi kamu kenapa gak bangunin aku?"
"Tadi aku berangkat pagi banget aku gak mau ganggu tidur kamu."
Aruna menghembuskan nafas nya. "Yaudah nanti kamu pulang jam berapa? Mau aku masakin apa?"
"Gak usah Aruna. Tadi kata Nando kamu pucat? Kenapa? Ada yang sakit?"
"Gapapa aku cuma lemes aja agak pusing dikit." Sahut Aruna.
"Yaudah kamu istirahat aja yah? Kamu gausah masak biar bibi aja yang masak. Oke?"
"Yaudah iya. Tapi kamu pulang nya jangan malam-malam."
"Iya Aruna."
"Yaudah deh bye suami."
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomanceDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
