56. Douge and Leave

1.4K 91 15
                                        

Tidak ada pembicaraan sedikit pun antara Aruna dan Nando yang kini sedang berada di dalam mobil. Aruna meminta Nando untuk mengantar nya pulang ke rumah bunda nya. Keadaan nya masih belum pulih membuat Aruna masih merasakan lemas di tubuh nya.

"Aruna kamu yakin dengan kondisi kamu kaya gini?" Tanya Nando memastikan.

Aruna mengangguk ragu. "Aku yakin ka."

Nando mengangguk dan kembali fokus pada kemudi nya. Sementara Aruna memilih memandangi jalanan dengan pikiran dan perasaan yang berkecamuk. Tangan sebelah nya tidak henti mengusap-usap perut nya yang kini ada janin yang Ia kandung. Matanya terus berlinang namun Aruna berusaha menahan nya.

Setelah beberapa menit kemudian kini mereka telah sampai di rumah kediaman bunda Aruna dan Alisa.

"Rumah nya sepi? Bunda kamu lagi gak di rumah?" Tanya Nando saat mereka telah turun dari mobil melihat rumah yang tertutup.

Aruna mengangguk. "Iya kak bunda sama Alisa lagi di Surabaya di rumah Oma." Sahut Aruna.

"Oh oke."

Aruna memasuki rumah nya di susul dengan Nando di belakang nya. Aruna yang memiliki kunci cadangan pun memudahkan dirinya untuk masuk.

"Kak sebentar yah aku gak lama."

"Iya Aruna."

Aruna memasuki kamar nya dan merapikan beberapa barang yang akan dia bawa. Hanya menggunakan tas yang berukuran sedang Aruna membawa baju-baju nya yang tersisa di rumah nya. Aruna mengambil bingkai foto keluarganya yang terpajang di meja samping tempat tidur nya. Ia akan membawanya sebagai penyemangat hidup nya disana. Setelah selesai Aruna kembali menghampiri Nando yang menunggu nya di halaman depan rumah nya.

"Kak udah." Ucap Aruna memecahkan keheningan.

Nando berdiri dan memberi anggukan pelan. "Aku akan antar kamu ke bandara tapi dengan satu syarat."

Aruna membelalakkan mata nya. "Kalau gitu gak usah ka aku bisa naik taxi online." Sahut Aruna hendak pergi namun dengan segera Nando menahannya.

"Kalau kamu pergi, aku akan bocorin semua nya ke Arsya."

Aruna menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap Nando dengan tajam. "Apa syaratnya?"

"Izinin aku untuk bantu semua kebutuhan kamu selama disana." Jawab Nando dengan penuh serius.

Aruna menggeleng kan kepala nya. "Ka itu berlebihan, aku bisa cari kerja disana."

"Enggak Aruna! Usia kandungan kamu masih muda dan gak ada yang tau kondisi kamu selama hamil muda disana gimana kan? Jadi aku mohon biar aku yang urus semua nya dari tempat tinggal kamu dan kebutuhan harian kamu. Dan aku janji aku akan sembunyikan semuanya dari Arsya."

"Tapi ka..."

"Please..." Nando memohon dengan penuh.

"Ka aku bisa sendiri aku cuma butuh bantuan kamu untuk sembunyikan ini dari Arsya."

"Enggak Aruna. Please izinkan aku untuk memenuhi kebutuhan kamu disana. Supaya kamu gak perlu kerja dan kamu fokus sama kehamilan kamu."

Aruna kembali menatap Nando dengan ragu dan berusaha menahan tangisnya. "Tapi kamu janji ka Jangan bocorin ini ke Arsya."

"Aku janji." Sahut Nando mengangguk.

Aruna pun mengangguk dan memberikan senyuman tipisnya. "Makasih ka."

"Yaudah ayok. Sini biar aku yang bawa." Nando mengambil tas berukuran besar di tangan Aruna.

****

Arsya dan Bella kini berada di sebuah mall. Hari ini Arsya benar-benar menuruti semua permintaan Bella. Setelah makan siang nya Bella meminta untuk belanja dan menonton bioskop. semua Arsya ikuti tanpa berdebat dalu. Demi kenyamanan keluarga kecil nya bersama Aruna nanti Arsya rela menuruti permintaan Bella hari ini.

Arsya & ArunaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang