Sudah tengah malam namun emosi Gemini belum juga reda, kini Gemini duduk di samping fourth di meja makan dengan Asher di depan keduanya, Asher bisa lihat jika tidak ada raut kecewa atau marah di wajah fourth namun sangat berbanding terbalik dengan Gemini di sebelahnya.
" Biar phi telfon daddy kamu dulu "
" Jangann!! Please jangan sekarang " Mohon Asher dengan cepat kepada Gemini, masalahnya hari sudah lewat tengah malam itu akan membangun kan singa dalam diri daddy nya.
"Baiklah kalau begitu jelaskan " Singkat, padat dan cukup buat jantung Asher berdetak kencang.
" Aku melihat Rai meminum alkohol yang berada di botol air mineral itu phi" Ucap Asher di awal bahkan sama sekali tak menatap Gemini, takut saja tatapan tajamnya dapat membunuh Asher.
" Aku juga bingung kenapa Rai meminum itu, aku selesai mandi waktu itu phi. Karena terlihat Rai yang cukup mabuk aku hanya membantunya untuk tidur dengan benar di atas kasur, awalnya Rai mencoba membuka piyama yang ia kenakan dan aku hanya membantu untuk menutup piyama nya kembali, Rai sedikit memberontak sehingga menimbulkan posisi yang ambigu seperti tadi, soal ciuman itu.. "
Asher menjeda ucapannya, disini Asher memang salah tapi apa salahnya mencium seseorang yang ia suka sejak kecil??
" Posisi itu membuat aku dan Rai tak sengaja berciuman, aku memang salah karena membuat ciuman itu menjadi lebih instan tapi jujur phi aku sama sekali tak berfikir untuk melakukan hal lebih terhadap Rai " Jelas Asher se meyakinkan mungkin hingga berani mentap Gemini di depannya.
" Phi tak punya hak lebih untuk menghukum kamu Asher maupun nanti Rai, phi juga belum mendengarkan sedikitpun penjelasan dari sudut pandang Rai, sekarang kamu tidur disini nanti phi yang beri tahu daddy kamu dan daddy Rai, besok kita lanjutkan lagi tentang masalah ini " Ucap Gemini final lalu meninggalkan fourth dan juga Asher disana.
Fourth hanya melihat kepergian suaminya ke kamar Luca karena kamar dirinya ada Rai yang sudah tertidur, melihat Asher yang lesu fourth menjadi kasihan pada anak muda di depannya itu.
" Minum dulu Asher " Fourth mendorong segelas air putih di hadapan Asher.
" Maaf ya phi " Ucap Asher.
" Tak apa Asher, tak sepenuhnya salah kamu, sekarang Asher istirahat dulu okay, tak apa kan jika harus sekamar dengan rai? " Asher mengangguk.
" Asher tak akan melakukan apapun kok phi " Ucapan asher buat fourth tersenyum.
" Phi percaya kok Asher orang baik, Asher seperti daddy gentleman " Puji fourth pda Asher.
" Phi fourth masuk kamar ya, jangan begadang okayy " Ucapnya lagi sebelum benar² pergi dari dapur.
---------
Pagi telah tiba, Asher kurang nyenyak tidur pagi ini hal yang paling ditakuti dalah kemarahan Pond bukan daddy nya, karena Rai yang meminum alkohol di usia yang belum legal, Asher menengok ke arah sebelahnya dimana Rai masih tertidur lelap. Asher memililih bangun untuk mandi terlebih dahulu baru membangunkan Rai.
" Rai "
" Raii bangun " Tangan asher menggoncangkan badan Rai ringan untuk membangunkan si manis.
" Euungggg "
" Asher kepala Rai pusing " Ucapnya pelan.
" Tak apa bangun pelan² lalu minum "
Asher membantu Rai agar duduk bersandar pada kepala ranjang lalu membiarkan Rai diam beberapa menit.
" Rai mandi dulu " Rai pergi mandi setelah merasa bahwa kepalanya tidak terlalu pusing, selama mandi Rai yang sengaja menyiram kepala nya itu, tiba tiba Rai mengingat kejdian² semalam, dari dirinya meminum air yang menurut nya cukup aneh itu, Asher yang menegurnya karen meminun itu, kepalanya yang mulai pusing sampai dibantu Asher menuju kamar hingga kejadian dirinya mencium Asher. Rai menjambak rambut nya sendiri atas kekacauan yang ia buat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CEMBURU ( PondPhuwin x JoongDunk)
CasualeTentang phuwin dan segala problem nya terkait sahabat sang pacar :) " pacar kamu itu aku atau dunk sih? " sewot phuwin dengan lelaki di depannya. " dunk itu temen kecil aku sayang " tangan pond mencoba meraih tangan yang lebih muda di depannya, sed...
