MAD ( 75 )

344 43 1
                                        

Outdoor Restaurant.



Haechan melahap sesendok kecil pudding sembari menatap ramainya pantai, yang dimana para anak buahnya tengah bermain Volly pantai dan terlihat benar - benar menikmati masa liburan mereka di tempat tersebut.



Di sebelah Haechan ada Mark yang terus mengusap pinggang ramping Haechan, sembari terus menatap lekat Haechan yang terlihat benar - benar cantik saat memakai kacamata hitam dan juga riasan tipis.





"Kenapa wajahku aneh ya?" Tanya Haechan menoleh menatap Mark yang sedari tadi terus menatapnya.




Mark meggeleng pelan dengan bibir tersenyum tipis, lalu perlahan beralih mengusap kepala belakang Haechan.



"Hanya saja kamu semakin cantik dengan riasan tipis hasil Mommy dan Mae, aku tidak biasa melihatmu dengan riasan seperti ini, dan membuatku semakin ingin menciummu tanpa henti" Jawab Mark dengan lembut.



"Aishhh, aku jadi seperti Omega" Gerutu Haechan menyandarkan kepala di bahu Mark sembari mendengus kesal.




"Tidak, kamu jauh dari kata Omega kamu Special" Jawab Mark mengecup kening Haechan dengan lembut.




Seketika terdengar suara tawa Chenle dan Jisung yang terdengar nyaring, dan Haechan segera bangkit untuk mencari Chenle.



Haechan tersenyum menatap area kolam renang, yang dimana Chenle bersama Jisung serta anak dari Alin bernama Ryo tengah bermain Mandi busa bersama Renjun dan Jaemin.





"Bagus anak kita sibuk bermain, aku bisa menghabiskan waktu denganmu" Mark mengecup tengkuk Haechan dan memeluk Haechan dari belakang.




"Ya, tapi ada ketakutan di hatiku"

"Aku masih takut Chenle tumbuh lebih cepat dari anak seusianya, dan aku tidak mau Putra kesayangan kita dewasa lebih dulu, aku masih mau melihat wajah kecil yang menggemaskan itu"



"Di tambah di umurnya saat ini yang masih kecil seperti itu, dia sudah pandai membaca menggambar melukis, huh aku masih belum siap" Haechan menyandarkan kepala di dada Mark menatap sendu Putranya yang terlihat ceria dan seolah tidak melihat keberadaan Haechan saat ini.



"Ya karena dia Putra kita, jadi tentunya dia harus pintar" Jawab Mark juga menatap Chenle.

MAD ( MarkHyuck )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang