Semalaman ini Aruna terjaga di rumah sakit untuk menjaga adik nya, sedangkan bunda nya Aruna meminta agar sang bunda istirahat di rumah. Pagi-pagi sekali Aruna terbangun dari tidur nya, Ia hampir lupa bahwa hari ini Alisa sudah di perbolehkan pulang sedangkan Aruna harus mencari sisa biaya yang di butuhkan. Aruna bangun dari sofa di mana Ia tertidur semalaman dan pergi menuju toilet. Ia akan menelpon Novita untuk meminjam uang sisa biaya yang kurang.
"Hallo Nov." Ucap Aruna di Balik telfon yang sudah bersambung pada Novita.
"Hallo Run gimana kondisi adik Lo?"
"Baik ko Nov cuma luka ringan aja hari ini juga dia udah boleh pulang."
"Puji Tuhan syukur deh Run."
"Emm Nov..."
"Kenapa Run?"
"Gue boleh pinjem duit Lo gak? Biaya nya kurang gue cuma pegang dua juta. Akhir bulan setelah gajian gue ganti."
"Lo butuh berapa?"
"1 juta Nov."
"Oke gue transfer sekarang yah."
"Hah serius Nov?"
"Iyaa serius lah."
"Aaaahh thankyou Lo emang sahabat terbaik gue sepanjang masa."
"Lebay Lo!"
"Hehe yaudah cepet Lo transfer yah Nov bye terimakasih sahabat gue yang cantik jelita muaachhh." Sahut Aruna memberikan kecupan di balik telfonnya dan langsung mematikan panggilan nya.
Aruna bergegas untuk membersihkan dirinya untuk bersiap Mambawa adik nya pulang dan juga pergi menuju kasir untuk melunasi biaya pengobatan sang adik.
Setelah selesai bersiap Aruna pergi menuju bagian administrasi rumah sakit untuk segera melunaskan biaya pengobatan sang adik.
"Apa mbak udah di bayar?" Tanya Aruna terkejut saat pihak rumah sakit memberitahukan biaya administrasi sudah lunas.
"Iya betul mbak biaya sudah di lunasi tadi malam. Jadi adik mbak nanti boleh pulang setelah pemeriksaan terakhir oleh dokter sekitar jam 10 pagi."
"Mbak kayanya salah orang deh. Boleh di cek lagi mbak pasien atas nama Alisa Liani Giandra." Pinta Aruna pada petugas rumah sakit untuk mengecek kembali.
"Betul mbak sudah di lunasi kalau tidak salah yang melunasi laki-laki tampan yang bersama mbak kemarin pacar nya atau calon suami mbak nya mungkin."
"Calon suami?" Aruna semakin terkejut, lalu pikirannya terpaku pada nama Arsya, dia laki-laki yang bersama dirinya kemarin.
"Oh yaudah makasih mbak."
Apa iya Arsya yang lunasin? Tapi ko dia bisa tau? Apa kemarin dia nguping pembicaraan gue? Duh jadi punya utang Budi ke manusia itu gue. Batin Aruna.
Aruna lanjut berjalan menelusuri koridor rumah sakit, ia akan memastikan apakah benar Arsya yang membayar biaya rumah sakit nya. Aruna segera pergi menuju ruangan Bimo di rawat.
"Assalamualaikum om." Ucap Aruna ketika sudah memasuki ruangan Bimo.
"Aruna? Gimana keadaan adik kamu?" Tanya Bimo pada Aruna dengan tiba-tiba.
"Om tau adik aku sakit?"
"Iya om kemarin ketemu bunda kamu nak."
"Oh iya. Alhamdulillah Alisa udah baikan om hari ini juga udah boleh pulang."
"Alhamdulillah syukur om lega denger nya."
"Hm iya om. Om Arsya dimana yah?"
"Arsya lagi di toilet sebentar lagi juga keluar."
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsya & Aruna
RomanceDISCLAIMER ‼️⚠️ : Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat dalam cerita ini, ini hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan dari penulis. Hidup penuh dengan kesederhanaan mungkin adalah hal b...
