Jangan lupa pencet tombol like ya, ada yang aku revisi dikittt. Happy Reading!
***
Bagi Erys, keluarga adalah dimana orang-orang yang dia sayangi dan menyayanginya. Inilah keluarga, bukan hanya seseorang dengan nama belakang Adam tetapi semuanya yang berbagi suka maupun duka bersama patut disebut keluarga.
Walaupun Om Ale dan Om Vero adalah teman Papa Rajendra tetapi beliau berdua sangat dekat dengan Dadanya. Erys juga banyak mendengar cerita semasa muda Papa dan Dadanya itu dengan Mama Nara. Bundanya tidak pernah cemburu jika mendengar cerita itu, malahan seringkali memarahi Dadanya karena menurutnya terlalu red flag. Benar sih, kalau disuruh pilih antara Chandra dan Rajendra tentu Rajendra pemenangnya!
Lihatlah Papa Rajendra yang pendiam tetapi perhatian itu, apalagi Papa Rajendra juga tampan walaupun Dadanya tidak kalah tampan. Tetapi menurut Erys, Dada Chandra terlalu receh hingga terkadang pesonanya tertutupi. Melihat Oma yang memeluk dua anaknya juga membuat Erys terharu karena mereka bertemu tidak setiap saat.
"Cucu oma kenapa tambah ganteng banget ini?" Kirana beralih menatap Kaivan yang berdiri menyengir di sebalah Eros. "Satunya malah tambah mirip Adam banget," gelengnya terkekeh.
"Tambah mirip apanya Oma?" Kaivan bertanya jahil, melirik sang kakak yang bahkan tidak menghiraukan sekitar. Hanya tampak tersenyum tipis.
"Tambah pendiam," Nara lah yang menjawab yang sontak Rajendra tatap dengan tatapan super lembut membuat Kirana menggelengkan kepalanya karena tatapan sang anak pada Nara semakin terlihat dalam walaupun keduanya sudah menjadi orang tua.
"Kalau ini pasti Aidan? Udah lama gak lihat sekarang tinggi banget mirip sama Ale," Kirana menatap Aidan yang tersenyum padanya lalu pandangan Kirana menyapu Erys yang berdiri di samping Aidan. "Duh cucu genit oma ini? Sini peluk," Kirana merentangkan kedua tangannya.
Erys berlari pelan sambil tertawa, memeluk sang oma untuk merasakan kecupan ringan di rambutnya. "Aku gak genit ya oma," Erys menggelengkan kepalanya menolak dikatai genit.
"Cih, hoax." Kaivan berdecih dengan sengaja membuat mereka semua tertawa.
"Iya, Kak Erys itu genit," suara kecil penuh rasa malas itu kian membuat suasana ramai persis seperti Vero dulu. Meninggalkan Erys yang hanya bisa cemberut karena dia yang kena, lagi dan lagi.
Kemudian, mereka memilih untuk berdiam diri di villa sebelum mulai untuk menjelajah besoknya. Erys sendiri pun rasanya masih lelah karena perjalanan kemarin walaupun hanya duduk saja tidak melakukan apa-apa tetapi berbeda dengan Aidan dan Kaivan yang tampak sangat semangat entah menemukan apa tadi malam.
Saat bangun tadi pagi, Erys sudah ada di kamarnya. Entah jam berapa Eros memindahkannya, sarapan tadi pun Erys juga tidak melihat Eros yang baru muncul saat Omanya datang jadi Erys tidak sempat bertanya, tidak akan bertanya juga. Eros selalu begitu jadi Erys sudah menduga. Matanya melirik Eros pelan.
Eros memakai kaos polo hitam—lagi dan lagi— dengan celana pendek khaki. Rambutnya tampak berantakan, tidak berlapis gel seperti biasanya. Jujur saja, Eros terlihat lebih muda jika berpenampilan seperti ini. Masih cocok menjadi anak kuliahan seumuran Kaivan. Selain itu, Eros juga tampak segar daripada kemarin walapun Erys melihat ada satu bentol di dagunya seperti terkena gigitan nyamuk.
Sadar ada yang meliriknya, Eros memberikan senyuman tipis pada Erys yang segera mengalihkan tatapannya karena ketahuan. Erys melebarkan senyumnya melihat wajah Erys yang memerah lalu perlahan menggeser posisi Kaivan yang berjalan di belakang Erys dan Omanya. Eros sengaja menyentuh tipis tangan Erys membuat Erys kaget menatapnya.
"Mama kalau capek istirahat aja," Chandra duduk di sofa bersama istrinya, menatap sang mama yang sudah tampak tua sekarang. "Kasihan kan orang tua sekali," lanjut Chandra dengan jahil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fall Apart
General FictionSequel of Fall in Love Eros Kalnandra Nararya Adam mengenal Erys Serapina Adam bahkan sejak Erys masih dalam kandungan tantenya. Nama Erys pun pilihan Eros, mereka sedekat nadi dan tidak terpisahkan walau bahkan oleh jarak umur yang terpaut jauh. Ba...
