20. Vacation, Erys in Action

545 31 2
                                        

Erys melirik pada Kaivan yang memasukkan banyak barang bawaan ke dalam bagasi mobil Aidan sedangkan si pemilik mobil sedang membantu orangtuanya memasukkan barang. UAS sudah selesai, liburan pun datang. Terserahlah bagaimana nilainya nanti, prinsipnya adalah kerjakan dan lupakan.

Lalu pandangannya tertuju pada Eros yang sedang berdiri di depan Nara, mungkin sedang diberi wejangan karena Eros ikut mobil Aidan. Dua minggu ini mereka sering bertemu hanya untuk sekedar makan bersama, dan lihatlah Eros sekarang lebih berisi. Pipinya bahkan terlihat kemerahan namun hari ini agak tertutup karena sedikit terlihat pucat.

"Naik depan apa belakang?" Tanya Aidan yang memberikan permen pada Erys.

Erys menerima permen tersebut, memasukkan dalam mulut hingga terasa rasa mint yang menyejukkan. "Depan? Katanya Kaivan mau pantau Kak Eros karena you know kan, Ai?" Erys memperhatikan Aidan yang tampak tampan dengan kaos polo berwarna hitam. Bibirnya selalu tersenyum, Erys suka melihatnya.

Aidan mengangguk, "papa juga ngasih wejangan banyak banget. Papa juga sayang banget sama Kak Eros," ujar Aidan mengingat wejangan sang papa agar tidak mengebut saat menaiki mobil. Agak pelan daripada dia biasanya, begitulah wejangan Ale yang tentu Aidan turuti.

"Jadi gak bakal bawa mobil kaya pembalap lagi?" Tanya Erys sembari terkekeh geli yang dijawab Aidan dengan gelengan.

"Mana pernah aku bawa mobil ngebut kalau sama kamu," Aidan mengajak Erys untuk masuk ke dalam mobil karena perjalanan akan dimulai.

Erys membuka tudung hoodienya, memposisikan diri senyaman mungkin, memakai seatbelt serta mengamankan jajanan yang akan menemaninya selama perjalanan. Dia sangat bersemangat karena ini pun pengalaman pertama kalinya dia berpergian jauh dengan mobil. Begitu selesai, Erys melihat Kaivan dan Eros yang masuk ke dalam mobil.

"Nanti kalau capek gantian sama gue, Dan." Kaivan menepuk pundak Aidan pelan.

"Gampang, tidur dulu aja berarti lo," Aidan mengangguk pelan sembari melirik Kaivan.

Kaivan menggangguk lalu menatap Erys yang sedang melirik Eros, Kaivan turut melirik pada Eros. Kakaknya itu sudah mendapatkan obat agar bisa tidur nyenyak selama perjalanan untuk mengurangi rasa tidak nyamannya berkendara. "Nanti kalau gantian, lo di belakang aja." Kata Kaivan pada Erys.

"Iya-iya," jawabnya malas.

Mobil perlahan berjalan diiringi dengan Kaivan dan Aidan yang berbincang sedangkan Erys memilih-milih lagu sesekali melirik Eros yang memejamkan mata dengan gestur tegang. Seharusnya Eros naik pesawat saja, mama Nara sudah mau menemani, Erys dan Kaivan sudah membujuk tapi tetap saja Eros kukuh dengan keputusannya.

"Nah," Erys tersenyum setelah lagi mengalun di dalam mobil. Menggoyang-goyangkan kepalanya pelan, Erys mengajak Aidan turut serta menyanyi. "Kak Eros gak keganggu kan ya kalau aku play musik?" Tanya Erys melirik ke belakang.

Eros yang tampak tegang dan belum mengantuk menjawab, "nyanyi terus," pintanya pelan.

"Telat banget tanyanya," balas Kaivan menjitak kepala Erys yang sibuk menggeleng-geleng seolah sangat menikmati lagu.

"Biar wle," Erys memeletkan lidahnya membuat Aidan tertawa, turut bernyanyi bersama. Keduanya berduet sedangkan Kaivan memilih memejamkan mata, bisa bahaya kalau nanti saat menyetir dia mengantuk.

"Jangan lupa minum," kata Aidan setelah lebih dari setengah jam perjalanan mereka bernyanyi menggila.

"Ai mau minum?" Erys mengambil air putih lalu membuka botolnya dan memberikan pada Aidan. "Untung aku bawa sedotan," ujarnya saat Aidan selesai minum.

"Pinter–" Aidan mengelus puncak kepala Erys pelan sembari tersenyum, "–yang paling semangat juga kamu," ucapnya karena mengingat Erys memberikan listnya pada Aidan. Bahkan mereka berbelanja bersama.

Fall ApartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang