26. We Can't be Lovers

442 28 0
                                        

Ada tambahan scene di bawah:) Jangan lupa dibaca yaa biar enggak kaget banget.

Btw, pada enggak dapat notif ya.

***
Erys baru tau, jika kisah hidup keluarganya itu rumit.

Erys dan Kaivan serta Eros bukanlah sepupu langsung, mereka punya nenek dan kakek langsung yang berbeda. Oma Kirana menikah dengan Opa Rigan sedangkan Oma Firana menikah dengan Opa Raden. Erys belum pernah bertemu dengan semuanya—kecuali Oma Kirana.

Hubungan para orangtua rumit, Oma Firana adalah sahabat Oma Kirana lalu bertemu dan jatuh cinta pada saudara kembar, Opa Raden dan Opa Rigan yang sama-sama bernama Adam. Lalu ada juga, Opa Janitra, satu-satunya anak Adam langsung yang masih hidup tetapi memilih menyendiri mengurus pekerjaan bersama Eros. Mereka jarang bertemu, Oma Kirana bilang jika begitulah Opa Jani.

Dari Oma Kirana, Erys mengetahui jika kisah hidup orangtua kandung Rajendra sungguh menyedihkan. Itulah penyebab mengapa Papa Rajendra menjadi pribadinya yang pendiam, lebih pendiam. Awalnya susah untuk membuat hubungan mereka sangat erat seperti sekarang, tetapi Oma Kirana bersyukur karena keluarga inti Adam sudah menjadi sedekat ini. Tanpa sekat lagi.

Papa Rajendra sudah banyak bahagia karena Mama Nara, tentu saja Erys tahu karena melihat bagaimana tatapan mata kedua orangtua Eros dan Kaivan itu. Mereka bertatapan seolah cinta mereka tidak akan pernah habis.

Dadanya juga begitu, walaupun dulu ada kejadian tidak menyangkan tetapi hubungan Dada dan Papa menjadi lebih dekat lagi apalagi setelah Dadanya menikah.

Hadirlah mereka bertiga, Oma Kirana bilang mereka bertiga harus saling menyayangi. Saling memperhatikan dan saling menjaga, karena bagaimanapun mereka adalah keluarga dekat. Yang harus saling melindungi.

Oma Kirana juga bilang, Kaivan dan Erys harus mengajak Eros dalam setiap kebersamaan persepupuan mereka. Memang jika mereka memiliki perbandingan umur yang lumayan, Oma hanya berharap mereka selalu akur dan saling menyayangi.

"Kak Eros sayang banget sama Erys, nama Erys pun Kak Eros yang pilih. Oma minta Erys buat gak kesal ya kalau Kak Eros galak—" Waktu itu Kirana mengelus kepalanya pelan. "Adik juga harus sayang kakaknya."

Ya, Erys, Adik Eros, harus menyayangi Eros.

Menyayangi sebagai Kakak.

Kakak dan Adik.

Sepupu.

Dan sepupu tidak berciuman kan? Apalagi menatap penuh rasa cinta itu. Seperti cara Eros menatapnya.

Erys sadar, dia suka menonton drama dan membaca novel. Pasti akan dideskripsikan; mata Eros menatap Erys dengan segala perasaan tercurah, menatap lembut dan hangat seolah seluruh kebahagiaan hanya ada pada diri Erys. Tidak ada yang lain.

Begitu mungkin pendeskripsiannya. Dan Erys hanya wanita biasa, yang bisa terbawa perasaan diperhatikan dan ditatap sedemikian lembut. Tapi....

Kakak dan Adik.

Sepupu.

Kakak dan Adik, sepupu, tidak boleh saling memiliki kan?

"AAARRGGHHH!" Erys menutup kedua telinganya dengan tangan sembari menggigiti bantal. "Gue harus gimana?" Monolognya.

Sialan, dia sudah semakin agresif pada Eros. Sudah berani mencium duluan. Ini tanda bahaya yang harus segera Erys tangani. Secara tidak langsung, Omanya mengingatkan Erys agar selalu menyayangi sepupunya selayaknya kakak dan adik kan? Kak Eros itu, sepupunya yang dimaksud adalah Kak Eros yang itu. Yang sudah beberapa kali berciuman dengannya.

"Gak boleh!" Erys menegakkan duduknya, lalu mengusap wajah. "Gue gak boleh berpaling dari Aidan. Apalagi berpaling kek Kak Eros? Mustahil!"

Dengan langkah lebar-lebar, Erys menghampiri bundanya yang sudah pasti sedang menyirami tanaman di halaman samping. Dan sesuai dugaannya, ada Arena disana sedang menyirami tanaman.

Fall ApartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang