35. Bad Boys Bring Heaven To You

636 27 0
                                        

Apa hal yang paling sering Erys lakukan akhir-akhir ini?

Jika ada pertanyaan seperti itu, Erys akan menjawab : jalan-jalan dengan Eros. Setiap hari, Eros akan selalu menemui Erys dan mengajak jalan-jalan berkeliling komplek saat malam hari atau bahkan bersepeda—Eros membeli sepeda gunung, Erys akan naik di depan dengan tubuh Eros yang mengukungnya.

Mereka akan pergi makan malam bersama, terkadang bersama di rumah Erys ataupun Eros terkadang pula mereka pergi hanya berdua. Saat tidak ada kelas atau hanya memiliki kelas hanya sampai siang, pasti ada yang menjemput Erys untuk pergi ke kantor Eros.

Sebenarnya hanya memandangi Eros yang bekerja, tetapi pasti Eros akan memberikan banyak camilan pada Erys sebelum mereka makan siang bersama dan pulang bersama. Dada dan bundanya pun sudah membiarkan saja, jawab saja dengan Eros pasti tidak akan ada pertanyaan tambahan apapun lagi.

Intinya, Eros sangat memanjakan Erys. Banyak sekali barang yang Eros berikan, bahkan sekarang uang jajannya bertambah. Akun belanja onlinenya pun terhubung dengan Eros, setiap dia memasukkan dalam keranjang, beberapa hari kemudian ada paket datang. Sekali Erys bilang ingin sesuatu yang kemudian hari pun dia sudah lupa, tapi pasti datanglah barang yang Erys sebutkan. Eros selalu memberikan apapun keinginan Erys, kecuali menyetir lagi.

Hubungannya dengan Aidan pun baik, sesekali mereka bertukar kabar. Jika malam hari saat sudah tidak Eros karena Eros tampak semakin antipati jika membahas Aidan.

Erys tidak tahu apakah hubungannya ini dengan Eros akan mengantarkan kebaikan karena jujur saja jika ditanya apakah dia sudah mencintai Eros, jawabannya mungkin saja. Tetapi masih kalah besar dengan rasa cintanya pada Aidan yang sudah berjalan selama bertahun-tahun.

Siang ini, Erys hanya memiliki satu kelas di pagi hari. Seperti biasa pula, Pak Hirman akan menjemputnya menuju kantor Eros. Padahal tahu dirinya akan meeting, tetapi tetap saja Erys harus kesana. Biarlah, dia juga senang saja dapat banyak camilan.

"Lama amat deh," Erys yang sedang tiduran di sofa langsung bangkit duduk, tangannya memegang toples berisi cookies. "Tau gitu di cafe depan aja." Gumamnya pelan.

Erys lalu bangkit untuk mengelilingi ruangan Eros, melihatnya dengan seksama dan menemukan ada foto baru Erys di meja Eros. Tepat di samping komputer Eros. Tersenyum tipis saat melihat foto itu, Erys duduk di kursi kebesaran Eros. "Berasa bos," Erys cekikikan sendiri. Padahal dia juga sering duduk di sini, tetapi karena Eros yang memeluknya.

Saat akan membuka WhatsApp group kelasnya mengingat sebentar lagi adalah jadwal ujian tengah semester, Erys mendapati ada panggilan video dari Aidan. Alisnya mengerut, tumben sekali. Sekarang siang hari di Indonesia, di London pasti masih pagi.

"Morning Ai!" Erys tersenyum lebar pada wajah Aidan yang muncul.

Aidan tersenyum di sana, "morning." Jawabnya serak.

Senyum Erys tampak luntur saat memperhatikan wajah Aidan yang pucat dan agak kurus, "Ai sakit?" Tanya Erys prihatin. Pasti susah sekali jauh dari rumah, tetapi seingat Erys, Aidan selalu sehat dan bugar walaupun jauh di sana.

"Enggak kok, kecapekan aja mungkin." Aidan menjawab dengan tenang. "Pusing dikit." Lanjutnya saat Erys tampak menyipitkan mata.

"Jangan bohong."

"Banyak—" Aidan menghela napasnya, "tadi malam mimisan juga."

"Tadi malam aja atau udah sering?" Erys langsung duduk tegak saat mendengar pernyataan Aidan.

Aidan tampak meringis sebelum menjawab, "Sering." Jawabnya sangat pelan.

"Nah kan! Periksa sana, jangan sampai nanti dipaksa pulang sama Om Ale kalau tau Ai sakit-sakitan di sana," Erys sungguh khawatir, karena perubahan Aidan sungguh terlihat drastis sejak mereka terakhir bertemu beberapa bulan lalu.

Fall ApartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang