Bab 27

57 7 2
                                        

Selama berbicara dengan Gunawan dan Intan, Joe tidak bisa mengalihkan perhatian dari foto keluarga yang terpasang di tengah ruangan. Sesekali melirik sosok Alissa yang tampak cantik mengenakan kemeja putih dan celana navy jeans dalam foto keluarga tersebut. Senyumnya yang manis membuat Joe terpesona.

Joe ingin segera bertemu dengan Alissa. Melihat senyum perempuan itu secara langsung. Joe bukan tidak ingin bicara dengan kedua orang tua Alissa, tapi pembicaraan dengan Gunawan dan Intan tidak lebih tentang keluarga Joe, kabar, dan pekerjaan.

Ada sedikit pembahasan mengenai langkah selanjutnya yang bakal diambil oleh Joe untuk mendekati Alissa, tapi dibalut dengan candaan sehingga tidak ada kesan serius atau harus dilakukan.

Gunawan mengatakan bahwa ia tidak melarang lelaki manapun untuk mendekati Alissa, asal bisa menjaga putrinya dengan baik dan tidak menyakiti hatinya. Adapun keputusan siapa yang bakal dipilih sebagai pendamping hidup itu ada di tangan Alissa. Begitupun dengan Intan yang setuju dengan Joe, tapi tidak mau memaksakan kalau Alissa tidak suka.

Jadi, semua kembali pada usaha Joe untuk mendapatkan Alissa. Sementara kedua orang tua perempuan itu hanya memberikan restu dan mendoakan kalau semua usaha yang dilakukan oleh Joe bakal berjalan dengan lancar. Mengetahui itu membuat Joe semakin bersemangat untuk mendekati Alissa. Karena secara tidak langsung kalau ia sudah diterima oleh kedua orang tua Alissa.

Di tengah pembicaraan, Joe melirik jam tangannya. Gelisah karena Alissa lama sekali padahal Joe sudah sangat ingin bertemu dengan perempuan itu. Sejauh apa minimarket di komplek perumahan ini sampai Alissa lama sekali perginya.

Tidak lama setelah itu, Joe mendengar suara motor dan seru seseorang ketika melihat mobilnya yang terparkir di halaman rumah. Joe menolehkan kepala ke belakang saat mendengar suara pintu terbuka dan langkah kaki yang masuk ke rumah.

"Pah, pah, papah, itu mobil siapa wih keren banget," seru Aliando saat masuk ke ruang keluarga dengan ekspresi terkagum melihat mobil di halaman depan rumah, "Gila si--"

Aliando langsung berhenti bicara saat melihat sosok lelaki tampan di hadapannya. Ia terus mengerjap-ngerjapkan mata untuk memastikan tidak salah lihat ada orang yang tampan sekali. Lalu ia mengalihkan pandangan pada Gunawan dan Intan untuk diberitahu siapakah lelaki itu.

"Mah, Pah, siapa itu?" tanya Aliando.

Sebelum Gunawan dan Intan menjawab, suara Alissa yang penuh kemarahan menggelegar di dalam rumah.

"Heh Ali! Lo jahat banget sih sama kakak sendiri. Ini belanja banyak bukannya bantuin malah main tin--," Alissa yang masuk ruang keluarga sambil membawa belanjaan seketika terdiam melihat Joe ada di ruang keluarganya, "Kang Joe."

Joe menghampiri Alissa, lalu mengambil kantung belanja dari kedua tangan Alissa yang tengah menatapnya tidak percaya, "Aku bilang mau jemput kamu, kan. Aku datang Alissa."

Mendengar itu semakin membuat Alissa termangu tidak percaya. Alissa kira Joe hanya membual saja mau menjemputnya kemari, tapi ternyata lelaki itu benar-benar datang. Parahnya sudah bertemu dengan Gunawan dan Intan saat Alissa keluar. Gimana ini? Mereka sudah bicara apa saja? Terus Joe mengenalkan diri sebagai siapanya Alissa?

"Oh iya. Kang Joe sudah lama di sini?"

Hanya kalimat itulah yang berhasil keluar dari mulut Alissa sambil menatap Joe. Karena pikiran ia masih berusaha untuk mencerna situasi saat ini. Kenapa Joe harus datang pas Alissa pergi ke minimarket sih? Sekarang apa yang harus Alissa lakukan buat menjelaskan semuanya?

"Baru datang."

Ya, walaupun ada senang juga karena Joe baru datang sehingga ada kemungkinan lelaki itu baru mulai mengobrol dengan Gunawan dan Intan. Alissa berharap kalau kedua orang tuanya belum membahas soal Joe dan menanyakan hubungannya dengan Alissa.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang