Alissa yang masih terkejut tidak bisa berhenti mondar-mandir di kamarnya. Ia masih kepikiran soal Joe yang mengatakan suka padanya saat di dalam mobil tadi. Jadi, sikap baik yang selalu diberikan oleh Joe padanya dilakukan karena memiliki perasaan suka pada Alissa. Sejak kapan? Kok bisa?
Seharusnya Alissa tidak perlu kaget mendengar itu karena selama ini ia ingin tahu alasan Joe bersikap baik banget padanya. Tap apalah daya Alissa seorang manusia yang syok dan terkejut begitu mengetahui kebenaran dibaliknya. Apalagi Joe mengatakan langsung di depan Alissa. Ya, walaupun ia aslinya sedang tertidur.
"Oke Alissa, lo harus tenang. Jangan panik. Coba tenang biar bisa mikir dengan benar. Oke." Alissa menghela nafas sambil memegangi rambutnya karena frustasi, "Tapi gimana gue bisa tenang! Kalau sudah tahu semuanya. Gue harus gimana coba sekarang kalau ketemu sama Kang Joe di IBS nanti. Gak mau kelihatan canggung."
Soalnya Joe tahunya Alissa sedang tidur. Kalau misalnya nanti di IBS Joe melihat Alissa canggung dan menghindar pasti bakal curiga. Pastinya bakal bikin hubungan mereka jadi tidak nyaman. Alissa tidak mau itu terjadi.
"Sekarang apa yang harus gue lakuin?"
Tepat saat itu, Alissa teringat saat Joe membangunkan Alissa begitu sampai rumah. Ketika membuka kedua matanya Alissa bertemu dengan mata lelaki yang berada di hadapannya. Menatap penuh kelembutan selama menunggu Alissa sepenuhnya terbangun.
Sayangnya Joe tidak tahu bahwa tatapannya berhasil membuat Alissa berdebar kencang. Ditambah mengetahui perasaan lelaki itu membuat Alissa semakin tidak karuan untuk mendefinisikan apa yang dirasakannya saat itu. Namun, anehnya Alissa ingin sekali memeluk Joe dengan erat.
Setelah itu, Joe mengantarkan Alissa sampai depan rumah, menunggu sampai Alissa benar-benar masuk, kemudian memberi kabar kalau lelaki itu sudah dalam perjalanan pulang. Alissa baru sadar kalau hal kecil yang dilakukan Joe itu berhasil membuatnya tersentuh.
"Aku benar-benar gak bisa berpikir sekarang."
Alissa merebahkan diri di atas tempat tidur. Memandangi langit-langit kamarnya. Sekarang ia sudah tahu kalau Joe menyukainya, tapi kenapa sekarang malah ada penasaran lain yang muncul dalam benak Alissa.
Joe menyukai Alissa karena apa?
Soalnya Alissa baru tahu kalau ayah Joe sempat menjodohkan mereka dulu. Apakah Joe menyukai Alissa karena mau dijodohkan? Sekarang dalam tahap pendekatan agar tidak terkesan seperti dijodohkan?
Alissa tertawa akan pikiran ngaconya itu, "Mikir apa sih kamu, Ca. Joe bukan cowok kaya gitu. Kenapa juga suka mikirin hal aneh-aneh sih."
Lebih baik Alissa tidur saja karena besok harus bekerja. Sebelum tidur Alissa mengambil ponsel dari atas nakas samping tempat tidurnya. Entah kenapa ingin memeriksa whatsapp sebentar saja. Lebih tepatnya ingin tahu apakah Joe akan menghubunginya atau tidak.
Namun, tidak ada satupun chat baru dari Joe. Hanya ucapan selamat malam dan memberikan kabar kalau ia telah sampai di apartemen dengan selamat. Mungkin Joe sudah tidur karena lelah habis menjemput Alissa dari Bekasi tadi.
Alissa mengetikkan ucapan selamat malam pada Joe dan meminta untuk beristirahat dengan benar agar besok pagi bisa bangun dalam keadaan tubuh yang baik dan segar. Setelah itu, Alissa menyimpan kembali ponselnya di atas nakas, lalu tidur.
"Selamat malam Kang Joe. Semoga kita ketemu di mimpi ya."
*****
Pagi harinya, Alissa yang sedang di ruang makan tidak bisa berhenti mengetuk-ngetukan jemari di atas meja makan sembari memandang lurus sesuatu yang sebenarnya tidak begitu ia perhatikan dari tadi. Karena ia masih memikirkan Joe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love, Maybe
RomanceDalam suatu hubungan tidak hanya ada cinta saja, tapi perhatian, pengertian, dan saling memahami pasangan merupakan bagian terpenting untuk membuat hubungan bisa terjalin dengan baik. Itulah yang dilakukan Joe Angkasa Gajendra untuk tetap bersama de...
