Bab 45

60 7 0
                                        

"Ada apa Alissa? Kenapa murung? Apa makanannya gak enak?" tanya Joe saat melihat Alissa menunduk sendu dan tidak menyentuh makanan di restoran, tempat mereka makan malam, "Atau ada sesuatu yang mengganggu kamu?"

Selesai syuting Ayo Indonesia Sehat hari ini, Joe mengajak Alissa pergi makan malam bersama. Namun, selama perjalanan ke restoran Alissa sama sekali tidak bersuara. Perempuan lebih banyak melamun tengah memikirkan sesuatu yang begitu berat. Joe melihat dari wajah Alissa.

Ditambah, Alissa tampak tidak minat dengan steak yang dihidangkan dan mengabaikannya, sehingga Joe merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan perempuan itu. Semula ia biarkan karena mengira Alissa butuh waktu, tapi melihatnya masih diam membuat Joe tidak tahan untuk mencari tahu.

Alissa yang sedang memainkan sedotan di dalam gelas berisikan jus strawberry mengangguk kecil, "Begitulah."

"Kenapa? Apa yang bikin kamu gak nyaman?" Joe berusaha untuk bisa menatap Alissa, tapi perempuan itu justru semakin menunduk, "Alissa."

Suara bariton bernada lembut Joe saat memanggil membuat Alissa mendongak, kemudian menatap kesal pada lelaki di hadapannya. Alissa bukan kesal sama Joe, tapi dengan sesuatu yang akan terjadi besok.

"Aku gak mau pergi besok, Kang."

"Besok?" gumam Joe sambil mengingat-ingat soal besok, "Maksud kamu pergi sama Garash buat cari kado teman kalian yang bakal nikah nanti."

Alissa mengangguk, "Iya. Cuman aku belum siap buat berduaan sama dia. Sudah pasti bakal seharian banget."

Sebenarnya, Joe juga tidak mau Alissa pergi berdua dengan Garash besok. Karena sudah pasti Garash akan menggunakan kesempatan pergi bersama Alissa untuk menjelaskan semuanya dan bisa jadi membuat perasaan Alissa bimbang.

Tanpa perlu dijelaskan dengan rinci, Joe tahu kalau perasaan Alissa terhadap Garash sangatlah besar. Meski mereka sedang menghadapi masalah, tapi rasa peduli Alissa terhadap Garash masih ada.

"Aku emang pengen banget dengar langsung dari Garash soal Sofia dan yang sebenarnya terjadi. Cuman, rasanya emang bukan sekarang aku tahu semua itu. Apalagi aku juga masih marah sama dia," lanjut Alissa yang kembali menunduk, "Tapi, kalau aku menghindar malah bikin dia curiga."

Saat ini, Alissa masih bersikap pura-pura tidak tahu soal hubungan Garash dan Sofia sampai waktu yang tidak ditentukan. Sebab, Alissa berharap kalau Garash bakal jujur dengan mengatakan semua itu sendiri. Tapi, sepertinya mustahil. Malah sekarang sikap pura-pura itu menyiksa Alissa dan sudah tidak tahun untuk mengungkapkan semuanya.

"Aku harus gimana dong, Kang?"

Joe bisa saja mengatakan untuk tidak pergi kepada Alissa. Bahkan, bisa memberikan alasan yang dapat membuat Garash tidak bisa berkutik. Namun, ia merasa kalau ini juga adalah kesempatan yang tepat untuk Alissa bisa bicara dengan Garash agar bisa menyelesaikan masalah di antara mereka.

"Pergi saja Alissa. Mungkin ini emang kesempatan untuk kalian bisa bicara berdua dan menyelesaikan semuanya." Joe menatap lekat Alissa yang kini sudah menatapnya, "Aku rasa gak baik kalau terus ditunda. Kamu juga pasti tersiksa."

"Tapi..."

Alissa berharap kalau Joe melarangnya pergi bersama Garash besok. Tapi, mendengar apa yang dikatakan lelaki di hadapannya ada benarnya juga. Mungkin ini memang waktu yang tepat untuk Alissa membicarakan semuanya kepada Garash.

"Aku pernah minta kamu buat pura-pura gak tahu waktu kita di Bandung, tapi rasanya hal itu justru menyiksa kamu. Apalagi menunggu Garash untuk mengatakannya sendiri juga rasanya tidak mungkin." Joe menggenggam tangan Alissa yang ada di atas meja, "Jadi, sebaiknya pergi saja dan ungkapin semua. Katakan yang ada di hati kamu, Alissa."

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang